Dalam sambutannya, Jokowi mengemukakan alasan diaktifkannya kembali jalur kereta yang sudah ada sejak zaman Belanda ini.
"Kenapa kita fokus dan beri prioritas kepada infrastruktur, termasuk pembangunan kembali atau reaktivasi rel-rel kereta api yang sebetulnya dari zaman Belanda sudah ada tapi banyak beberapa daerah tidak dipakai?" tanya Jokowi dalam sambutannya, Rabu (2/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaktifkan kembali rute Stasiun Besitang-Stasiun Binjai di Sumatera Utara (Sumut) sepanjang 80 kilometer (km).
Saat ini, jalur kereta lintas Binjai-Besitang sebagian besar masih menggunakan rel R.25 yang terdiri atas bantalan kayu peninggalan Belanda. Jalur ini sudah tidak aktif sejak Agustus 2013 karena kondisi konstruksi jalan rel dan bangunan lain (jembatan, stasiun, dan fasilitas operasi) sudah tidak layak operasi. Jalur kereta ini direncanakan siap dioperasikan pada tahun 2017.
Selain itu, Jokowi juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan jalan layang kereta api di Medan antara stasiun Medan-stasiun Bandar Khalipah sepanjang 8 km.
Jokowi mengakui biaya transportasi dan logistik di Indonesia masih dua kali lipat lebih mahal dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
"Artinya kalau tidak dibangun yang saya sebutkan tadi, jangan harap komoditas barang-barang kita bisa bersaing dengan negara-negara tetangga, dengan negara anggota ASEAN saja kita tidak bisa bersaing," ujarnya. (ang/dnl)