Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko mengatakan, LRT di Palembang akan memiliki 13 stasiun dan ditargetkan melewati Jembatan Ampera.
"Harus bisa Juni 2018. Tidak ada masalah dengan lahan," kata Hermanto sebelum peresmian proyek LRT Palembang, Kamis (3/3/2016). Proyek LRT ini tidak banyak memerlukan lahan baru, karena dibangun di tengah jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proyek pemerintah tidak perlu izin Amdal. Dibayar 2017 dan 2018, proyek masih ditanggung Waskita. Kemenhub bayar 2017 dan 2018. Pembayaran dibikin bertahap. Bertahap sebanyak 2 kali biar tidak terlalu berat," jelas Hermanto.
Untuk nilai investasi proyek ini, Hermanto mengatakan, pemerintah menyewa konsultan asal Jepang, yaitu Nippon Koei untuk menentukan angka investasi finalnya dan mengawasi proyek hingga selesai.
"Nilai kontrak dengan Nippon Koei sebesar Rp 200 miliar hingga proyek selesai. Mengawasi pembangunan sampai selesai, pengujian, dan inspeksi," ujar Hermanto.
"Ini (LRT) salah satu moda transportasi yang cukup baik. Tidak terlalu besar, investasinya sedang. MRT lebih berat jadi lebih besar nilai investasinya. Di DKI LRT untuk mendukung saja," kata Hermanto. (wdl/ang)











































