Untuk mengatasi kondisi ini, perusahaan penerbangan perintis SAS yang baru beroperasi di Papua dapat membuka kembali rute penerbangan Merpati ke daerah pedalaman Papua.
"Jadi misi SAS ikut mengambil peran dalam pembangunan Papua. Kita sedih jika tidak bisa berperan dalam membangun bangsa ini," kata Komisaris Utama SAS, Panda Nababan di sela-sela peresmian terbang perdana pesawat SAS di Biak, Papua, Jumat (12/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pelayanan transportasi udara bagi masyarakat Papua, SAS bekerja sama dengan dokter memberikan pelayanan kesehatan di daerah pedalaman Papua.
"Kami juga memberikan pelayanan kesehatan bekerja sama dengan dokter," ujarnya.
Pada tahap pertama ada 4 unit pesawat yang dioperasikan SAS yakni 3 Twin Otter dan 1 Caravan. Keempat pesawat itu dioperasikan pilot-pilot yang senior mantan pilot Merpati yang sudah mengetahui kondisi alam Papua.
"Saat kita baru memiliki 4 unit pesawat, 3 jenis Twin Otter dan 1 jenis Caravan yang memuat 18 orang penumpang," ujar Panda saat mengikuti terbang perdana di bandara Frans Kaisepo, Biak. (ang/ang)










































