Mudik ke Tanah Batak Lewat Silangit, Dirut Garuda: Tiketnya Rp 1,3 Juta

Mudik ke Tanah Batak Lewat Silangit, Dirut Garuda: Tiketnya Rp 1,3 Juta

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 16 Mar 2016 19:05 WIB
Mudik ke Tanah Batak Lewat Silangit, Dirut Garuda: Tiketnya Rp 1,3 Juta
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Maskapai penerbangan plat merah, Garuda Indonesia akan membuka rute penerbangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang ke Bandara Silangit di Kabupaten Silangit Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada 22 Maret 2016 mendatang.

Tahap awal, Garuda Indonesia akan menyediakan 3 kali penerbangan dalam sepekan dengan pesawat Bombardier CRJ-1000 yang berkapasitas 96 penumpang. Tarif tiketnya sebesar Rp 1,3 juta untuk kelas ekonomi.

"Tiketnya nanti Rp 1,3 juta ke (Bandara) Silangit," ujar Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Arif Wibowo kepada detikFinance ditemui di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (16/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika tingkat okupansi bisa di atas target, pihaknya berencana menambah jadwal penerbangan dan menggantinya ukuran pesawat dengan kapasitas lebih besar yakni memakai armada Boeing 737-800 NG.

"Penerbangan pukul 08.50 WIB dari Cengkareng dan sampai sama jam 10.50 WIB di Silangit. Penerbangan akan dilakukan pada hari Jumat, Selasa, dan Minggu. Kita ikuti pattern (pola) dan perilaku dari pasar perjalanan ke Danau Toba," jelas mantan Direktur Utama Citilink ini.

Penggunaan Boeing 737-800 akan mulai dilakukan jika panjang dan penguatan landasan Bandara Silangit telah disiapkan oleh operator bandara, PT Angkasa Pura II.

"Kita mulai minggu depan terbang. Kita sudah kalkulasi semua, sambil promosi, kapan lagi kita memulai. Saya yakin 3-6 bulan ke depan landasan sudah diperpanjang dan diperkuat," pungkas Arif.

Di tempat yang sama, Direktur Komersial Garuda Indonesia, Handayani membenarkan bahwa harga tiket dari Bandara Soekarno-Hatta ke Silangit dipatok seharga Rp 1,3 juta untuk sekali penerbangan.

"Kalau tepatnya antara Rp 1,2 juta sampai 1,3 juta. Itu semua kelas ekonomi kalau dengan pesawat Bombardier. Itu full service jadi dapat makan," tutur Handayani. (feb/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads