"Indonesia paling sering sekali impor dari Israel Kondensor AC sama turbin saja. Kemudian baru kimia dan besi bekas, dan sebagainya. Tapi paling besar kondensor AC dan turbin listrik," kata Sasmito Hadi Wibowo, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (18/3/2016).
Sasmito mengatakan, tahun lalu Indonesia mengimpor kondensor AC dan turbin dari Israel dengan nilai US$ 8 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ekspor kita jauh lebih banyak. Dan satu lagi, Indonesia itu ekspor jenis barangnya sedikit sekali, hanya CPO dan turunannya, kalau nggak salah yang sekitar 7 jenis barang dari minyak goreng, minyak CPO-nya, dan sebagainya, kan nanti diolah lagi disana buat kosmetik dan sebagainya. Tapi kalau kita impor dari sana barangnya banyak sekali, tapi kecil-kecil. Yang paling kelihatan yah kondensor AC sama turbin," papar Sasmito.
Pada Februari lalu, ujar Sasmito, nilai impor Indonesia dari Israel adalah US$ 800 ribu, sementara nilai ekspor Indonesia ke Israel adalah US$ 11 juta. (wdl/hns)










































