LKPP dan Lembaga Pengadaan Publik Korsel Tingkatkan Kerja Sama

Laporan dari Seoul

LKPP dan Lembaga Pengadaan Publik Korsel Tingkatkan Kerja Sama

M. Aji Surya - detikFinance
Sabtu, 02 Apr 2016 10:55 WIB
LKPP dan Lembaga Pengadaan Publik Korsel Tingkatkan Kerja Sama
Foto: M. Aji Surya
Jakarta - Untuk menindaklanjuti perjanjian (MoU) peningkatan kerja sama di bidang pengadaan yang telah ditandatangani sebelumnya, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah (LKPP) mengadakan pertemuan bilateral dengan Public Procurement Service Korea Selatan di Kintex. Selain membahas kebijakan dalam mengoptimalkan katalogisasi produk, kedua belah pihak menyepakati diadakannya transfer teknologi melalui pertukaran profesional di bidang IT.

"Pada tahun ini ada dua area yang akan dikembangkan dalam hal transfer teknologi di bidang pengadaan barang dan jasa, yaitu policy development dan IT development. Kita sepakat untuk mengirimkan IT professional yang dimiliki LKPP dan PPS Korea untuk saling belajar sistem yang dimiliki masing-masing," ujar Kepala LKPP Agus Prabowo, di Seoul, Korea Selatan, Sabtu (2/4/2016).

Menurut Agus, pasar pengadaan di Indonesia memiliki potensi yang besar dalam mendukung peningkatan perekonomian di Indonesia. Apalagi, hal ini merupakan suatu peluang bagi para pengusaha asing untuk turut membantu menguatkan pasar domestik Indonesia. Dengan demikian, iklim usaha akan semakin tumbuh dan pasar di Indonesia pun akan semakin berdaya saing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan kondisi geografis Indonesia yang begitu besar dan luas, LKPP tidak dapat melakukannya sendiri. Namun, (LKPP) harus dibantu oleh semua pihak untuk menciptakan pasar besar," ujarnya.
Β 
Di sisi lain, lanjut Agus, PPS Korea juga tengah mengajukan teknis kerja sama dengan KOICA dalam hal technical assistance untuk pengembangan sumber daya manusia di LKPP.

Menurut Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Seoul, Vedi K. Buana, atas usulan PPS Korea, tahun 2017 besar kemungkinan akan ada technical assistance dari KOICA untuk capacity building dalam bentuk short course selama 2-3 minggu di Korea. Dan LKPP juga akan mengirimkan kandidat terbaiknya untuk belajar di sana.
Β 
Sehari sebelumnya, dalam perhelatan Korea Public Pocurement Expo (KOPPEX) 2016 di Goyang-si, Rabu (30/3), Public Procurement Service (PPS) Korea mengundang lebih dari 250 perusahaan untuk mempromosikan produk dan teknologi terbaru yang dimilikinya.

Selain pameran, PPS juga mengundang partisipan dari beberapa organisasi dunia dan negara-negara di Asia – Afrika seperti World Trade Organization (WTO), Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), International Trade Centre (ITC), Eurasian Economic Commission (EEC), termasuk LKPP. Tidak lupa LKPP juga sempat bertemu Dubes RI, John Prasetio untuk membicarakan masalah ekonomi bilateral. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads