"Persiapan membahas kunjungan presiden ke Jerman, di mana beliau membawahi portfolio untuk menteri pertanian dan pangan," kata Rizal Affandi Lukman, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional menyampaikan hasil pertemuan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (4/4/2016).
Dalam pertemuan singkat tersebut, Rizal menyampaikan pihak Jerman sangat fokus terhadap sertifikasi produk hasil hutan yang diekspor Indonesia ke Jerman. Diakui pemerintah, bahwa sebelumnya untuk kelompok UKM (Usaha Kecil Menengah) masih belum dilengkapi sertifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian adalah perkembangan dari rencana Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa. Rizal menyampaikan Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Menteri Perindustrian Saleh Husin sudah berada di Eropa untuk pembahasan tersebut.
"Tim perunding dari Indonesia juga akan bertemu dengan tim perunding UE untuk membahas CEPA ini. Kalau bisa disepakati, perjanjian ini berlaku untuk 28 negara Uni Eropa termasuk Jerman," papar Rizal.
Pihak Jerman juga menyampaikan keinginan berinvestasi di Indonesia, terutama pada industri obat-obatan. Ini searah dengan kebijakan pemerintah yang sebelumnya telah merevisi Daftar Negatif Investasi (DNI).
"Menteri pertanian dan pangan akan menyampaikan kepada kanselir Jerman di minggu ini berbicara kepada investor yang berkaitan dengan obat-obatan. Revisi DNI kita kan 100% boleh asing, jadi ini peluang buat kita memperkuat industri obat-obatan kita, supaya harga obat turun," tukasnya. (mkl/hns)











































