"Indonesia punya peluang istimewa. Meski dari sisi kuantitas kalah dengan Vietnam, kita bisa menang di aspek kualitas mutu," kata Lembong saat mengumumkan keikutsertaan kopi Indonesia di ajang Speciality Coffee Association of America (SCAA), di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (8/4/2016).
Meski kualitasnya bisa dibilang di atas kopi Vietnam, kopi Indonesia malah justru kurang dikenal dunia akibat kurangnya promosi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, kecenderungan kopi saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup di seluruh dunia.
"Kopi bukan hanya nilai tapi gaya hidup atau lifestyle. Semua akan bersatu dengan budaya, karakter, dan citra. Saya kira kita bisa mengalahkan banyak negara, bisa unggul dengan citra kita, dengan varietas, bahkan romantisme," jelas Lembong.
Dari data Kementerian Perdagangan pada 2015, nilai ekspor kopi Indonesia tercatat sebesar US$ 1,19 miliar atau meningkat 15,21% jika dibandingkan periode 2014.
Dari nilai tersebut, Amerika Serikat (AS) menjadi negara tujuan ekspor paling utama dengan nilai ekspor US$ 281,15 juta atau 23,47% dari total pasar ekspor kopi Indonesia, disusul Jepang dengan nilai US$ 104,96 juta (8,7%), Jerman US$ 88,4 juta (7,4%), Italia US$ 84 juta (7%), dan Malaysia US$ 70,8 juta (5,9%). (feb/feb)










































