Terminal Peti Kemas Teluk Lamong akan Dilengkapi Kereta Pelabuhan

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 12 Apr 2016 11:10 WIB
Foto: Ilustrasi Kereta Pelabuhan (Rachman Haryanto/Detik)
Surabaya - Terminal Teluk Lamong, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, akan dilengkapi angkutan dan layanan peti kemas berbasis kereta. Rencana penyediaan layanan kereta pelabuhan tertuang dalam penandatanganan nota kesepahamanan (MoU) antara Terminal Teluk Lamong (TTL) yakni anak usaha PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dengan PT Krakatau Bandar Samudra (PT KBS) yakni anak perusahaan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama TTL, Prasetyadi dan Direktur Utama PT KBS, Tonno Sapoetro.  Prasetyadi menjelaskan kerja sama ini bertujuan untuk memangkas ongkos angut barang dari atau ke pelabuhan.

"Kerja sama ini wujud dari Sinergi BUMN untuk negeri, agar cost logistic negeri ini menjadi lebih efisien," ujar Prasetyadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/4/2016).

Proses pendistribusian barang melalui pelabuhan dengan koneksi jalur kereta tersebut, ke depannya diharapkan dapat mendorong percepatan arus logistik di Indonesia, serta mampu mengurangi volume kepadatan di jalan raya.

"Inovasi yang dilakukan Pelindo III, melalui anak usahanya Terminal Teluk Lamong, guna mengurangi biaya logistik nasional akan berdampak positif untuk mendongkrak perekonomian bangsa," tambah Prasetyadi.

Kehadiran kereta pelabuhan membuat waktu tempuh dan kepastian waktu pengiriman peti kemas menjadi lebih baik daripada memakai angkutan truk. Apabila menggunakan truk dari Jakarta ke Surabaya, waktu yang dibutuhkan mencapai 48 jam per boks peti kemas.

Jika menggunakan kereta, hanya membutuhkan waktu kurang dari 18 jam serta dapat menampung hingga 60 boks peti kemas dalam satu rangkaian untuk sekali jalan.

"Layanan angkutan kereta api yang akan dibuka oleh TTL ditujukan pada jalur double track dengan potensi perjalanan 15 trip per hari dan berkapasitas peti kemas lebih dari 500 TEUs (twenty foot equivalent units)," sebutnya.

Pelindo III juga bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Kereta Api Logistik (KALOG), serta beberapa pelabuhan besar di Indonesia lainnya. TTL diharapkan menjadi pemicu interkoneksi transportasi logistik dan pintu gerbang perekonomian untuk Jawa Timur serta Kawasan Timur Indonesia.

Sementara itu, Tonno menambahkan bahwa kerja sama yang terjalin tidak hanya untuk jangka pendek dan bermanfaat secara bisnis di antara keduanya, tetapi lebih pada tujuan besar yakni untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia.

"Kita bersepaham untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik, melalui perbaikan tata kelola logistik," tambah Tonno. (feb/drk)