Salah satu petani yang diajak Jokowi berbincang-bincang adalah Karpin. Menurut Karpin, gubuk tempat ia bersama 6 petani lainnya mengobrol dengan Jokowi pekan lalu kini sudah punya nama. Namanya adalah Gubuk Jokowi.
"Jadi awalnya begini, waktu lagi macul dari jauh saya lihat ada yang sedang ketawa-ketawa, ternyata Pak Presiden. Aduh rasanya senang sekali, wong cilik bisa ditanyai Presiden. Diajak ngobrol di gubuk," kata Karpin kepada detikFinance di Kecamatan Larangan, Brebes, Senin (18/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maunya harga pasar dibenerin. Tolong dong (harga) bisa ditentukan, biar di petani juga bagus harganya," jelas pria berumur 41 tahun tersebut.
Karpin menambahkan, para petani juga mengeluh soal ulat bawang. Para pertani berharap pemerintah bisa menyelesaikan masalah ini.
"Kami minta bantuan, tolong dong dibenerin. Sebelum pulang, Jokowi juga ngasih (memberi) Rp 500.000 ke kita. Kita senang sekali. Buat kenang-kenangan kita namai ini Gubuk Jokowi," ujarnya.
Gubuk seluas 2 x 2 meter tersebut merupakan tempat yang biasanya dipakai petani saat istirahat siang. Bentuknya seperti kebanyak gubuk lainnya, ada tempat duduk dari bambu dan beratapkan seng.
Gubuk tersebut berada di tengah sawah Desa Luwung Gede, sekitar 100 meter dari pinggir Jalan Raya Larangan atau Jalan Alternatif Brebes-Purwokerto.
Posisinya tidak jauh dari pintu keluar Tol Pejagan, bisa ditempuh dengan waktu 15 menit dari pintu tol ke gubuk ini.
![]() |











































