Menanggapi penolakan tersebut, Direktur Utama Semen Indonesia, Suparni mengatakan, pihaknya menganggapnya sebagai hal yang biasa terjadi pada pembangunan pabrik semen baru.
"Pabrik semen Rembang, saya sampaikan bahwa yang pro yah banyak, yang kontra juga banyak. Yang bekerja di Proyek itu ada 3.000-an orang, dengan 40-50% pekerjanya dari Rembang dan selebihnya dari daerah lain di Jawa Tengah. Yang kontra yah ada," ujarnya ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (22/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sikap kami, kami hargai teman-teman yang masih kontra. Kami buka diri untuk bersilaturahmi. Bagaimana titik temunya untuk penyelesaian nanti," pungkasnya.
Diketahui pabrik dengan dana Rp 4,3 triliun itu berdiri di tanah seluas 54 hektar untuk fisik pabrik, tambang tanah liat 110 hektar, sedangkan untuk tambang batu kapur sudah dibebaskan 200 hektar. Setidaknya 3.800 pekerja dibutuhkan saat pabrik sudah mulai beroperasi. (feb/feb)











































