Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS), Sairi Hasbullah, menilai hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah. Analisa sementara, lapangan kerja untuk lulusan SMK memang belum banyak tersedia.
"Perusahaan butuhkan ini, yang kita suplai keahlian atau skill tertentu jangan-jangan belum match betul, bukan berarti tidak dibutuhkan," ujarnya, di kantor BPS, Jakarta, Rabu (4/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sarjana punya aspirasi, punya selera, ada pilih-pilih pekerjaan, kalau tidak sesuai kualifikasi pekerjaan lebih baik menganggur dulu, baru bekerja. Karena itu selalu angka pengangguran sarjana lebih tinggi," terangnya.
Sedangkan untuk lulusan SD dan SMP lebih siap untuk bekerja pada sektor apapun. Seiring dengan kemampuan yang dimiliki tidak spesifik seperti yang telah menempuh pendidikan lebih tinggi.
"Tamat SD nggak akan menganggur karena apa, mau kerja apapun dilakukan," sebut Sairi. (mkl/wdl)











































