Menanggapi hal itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan bahwa proses persiapan untuk pembangunan Bandara Kulonprogo masih terus berjalan. Saat ini, proyek Bandara Kulonprogo masih menunggu hasil appraisal (tim penilai) terkait dengan pembebasan lahan dan nilai ganti rugi.
"Belum ada keputusan, masih menunggu hasil appraisal. Pembebasan apakah mesti harus 650 (hektar) apa tidak bisa kurang. Tapi keputusan itu baru nanti setelah appraisal," kata Sultan di komplek Kepatihan, Jl Malioboro, Yogyakarta, Selasa (10/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo di Jakarta menggelar rapat terbatas membahas rencana pembangunan bandara baru di Yogyakarta itu. Presiden menyampaikan bahwa saat ini, Bandara Adisutjipto melayani 3,5 juta penumpang per tahun, padahal kapasitas sebenarnya hanya 1,5 juta penumpang. Dengan pembangunan bandara baru, maka akan memberikan dampak dan nilai tambah pada perekonomian daerah, khususnya DIY dan sekitarnya. (feb/feb)











































