"Barang yang paling banyak diimpor dari China adalah laptop dan ponsel," kata Deputi Bidang Distribusi Statistik dan Jasa BPS, Sasmito Hadiwibowo, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (16/5/2016).
Menurut Sasmito, arus impor barang tersebut akan meningkat, sebab telah menjadi kebutuhan pokok dari masyarakat Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik laptop maupun ponsel masuk dalam kelompok barang mesin dan peralatan listrik. Nominal impornya pada Januari - April 2016 mencapai US$ 1,9 miliar.
Berikut rincian impor barang dari China pada Januari - April 2016:
1. Mesin-mesin US$ 2,3 miliar
2. Mesin dan peralatan listrik US$ 1,9 miliar
3. Besi dan baja US$ 645 juta
4. Bahan kimia organik US$ 368 juta
5. Plastik dan barang dari plastik US$ 356 juta
6. Benda-benda dari besi dan baja US$ 269 juta
7. Filamen buatan US$ 232 juta
8. Pupuk US$ 194 juta
9. Bahan kimia organik US$ 190 juta
10. Kendaraan dan bagiannya US$ 174 juta
11. Lainnya US$ 2,9 miliar (mkl/hns)










































