Kemendag: Spekulan Mulai Takut Menahan Stok Bawang

Kemendag: Spekulan Mulai Takut Menahan Stok Bawang

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 16 Mei 2016 17:25 WIB
Kemendag: Spekulan Mulai Takut Menahan Stok Bawang
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Dalam upaya menstabilkan harga bahan bawang merah, Perum Bulog kini tak akan lagi melakukan operasi pasar dengan menjualnya langsung pada konsumen akhir.

Pemerintah menugaskan Bulog menjadi 'pedagang besar' yang bermain langsung dalam pembelian di petani, dan mendistribusikannya langsung sebagaimana yang selama ini sudah dilakukan pada komoditas beras.

"Jangan lagi menyaingi pasar rakyat. OP tapi jualan di depan pasar. Kita mau Bulog masuk jual harga murah dan jual ke yang (pedagang) kecil. Bulog siapkan stoknya," kata Plt Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Srie Agustina di gudang Bulog Divre, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (16/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Srie melanjutkan, masuknya Bulog sebagai 'bandar' distributor bawang merah mulai dilakukan saat sekarang, yakni mengendalikan harga bawang merah saat menjelang dan memasuki bulan puasa dan Lebaran. Kehadiran Bulog membuat para spekulan bawang mulai berpikir beberapa kali untuk menahan stok.

"Sebelumnya jual langsung di pasar kan Bulog masih cari bentuk bentuknya. Seminggu ini saja ada 300 ton stok, ini luar biasa. Pedagang yang main-main spekulan tak akan berani lagi. Bawang hanya tahan 3 bulan, orang mulai memperhitungkan kalau mau jadi spekulan karena Bulog sudah punya stok begitu besar," ungkapnya.

Di tahap awal, Bulog menjadi pedagang besar dengan mulai menggelontorkan bawang merah dalam jumlah cukup besar ke sejumlah pasar induk. Nantinya bawang merah seharga Rp 24.150/kg ini akan diserap pedagang kecil yang biasa berjualan di pasar ritel atau eceran. (feb/feb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads