"Tadi juga ngobrol lama, arahannya Pak Menteri (Jonan) dan juga dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) diupayakan dimulai tahun ini," jelas Dirjen Perkeretaapian, Prasetyo Buditjahjono, di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II, Palembang, Sabtu (21/5/2016).
Jalur yang akan dibangun adalah dari Sorong ke Manokwari, dan antara Jayapura ke Sarmi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini kita sudah sampai Detail Engineering Design, terus tentunya Amdal juga ya pasti. Ini kita coba lihat posisinya seperti apa," terang Prasetyo.
Kereta api Trans Papua nantinya dioperasikan lebih sebagai kereta barang dibandingkan penumpang. Namun juga tidak menutup kemungkinan mengangkut penumpang, apabila terjadi lonjakan penumpang.
"Penumpangnya mungkin bisa dihitung manusianyakan, yang penting konektivitas saja biaya logistik harus turun. Jawa sama Papua kan semen itu bisa 10 kali lipatnya satu sak. Ini nggak boleh diteruskan. Disparitas ini kan berbahaya," tutur Prasetyo.
Kereta api Trans Papua juga nantinya akan terintegrasi dengan fasilitas pelabuhan dan bandara. Hal ini bertujuan untuk mendistribusikan logistik ke berbagai daerah di Papua lebih merata.
"Jadi kebijakannya kereta api menyambung ke pelabuhan dan bandara," ujar Prasetyo.
Mengenai kendala tanah yang masih kurang, Kementerian Perhubungan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk pengadaan lahan.
"Kemudian ada sedikit tanah ini makanya saya harus menghubungi Ibu Wagub Papua Barat Irene, saya mau telepon dan mungkin kalau diizinkan saya langsung ke sana untuk koordinasi," tutup Prasetyo. (wdl/wdl)











































