Pantau Harga Pangan, KPPU Sidak Pasar di Solo dan Sragen

Pantau Harga Pangan, KPPU Sidak Pasar di Solo dan Sragen

Muchus Budi R. - detikFinance
Senin, 23 Mei 2016 10:44 WIB
Pantau Harga Pangan, KPPU Sidak Pasar di Solo dan Sragen
Foto: Ketua KPPU didampingi Wali Kota Surakarta sidak pasar di Solo (Muchus Budi R./Detik)
Solo - Tim gabungan dari Komisi Pengawas Pesaingan Usaha (KPPU) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua pasar di Solo dan Sragen, Jawa Tengah. Sidak dilakukan untuk mengetahui secara langsung harga bahan pangan rakyat serta potensi-potensi penyimpangan yang mungkin terjadi di tingkat produsen hingga penjual di berbagai daerah.

Tim sidak dipimpin langsung oleh Ketua KPPU, Syarkawi Rauf. Sidak pertama dilakukan di Pasar Tanggul yang berada di Kelurahan Sewu, Solo, Senin (23/5/2016). Didampingi Wali Kota Surakarta, Hadi Rudyatmo, tim menanyakan langsung kepada para pedagang tentang harga dan kendala distribusi dagangan, baik dari tingkat produsen hingga penyalur.

Dari pantauan detikFinance, tim mengetahui bahwa harga pangan di Solo cukup stabil dan aman. Dia mencontohkan harga beras jenis IR-64 di pasaran Solo dijual Rp 9.000/kg sedangkan di daerah lain bisa dijual antara Rp 9.200-Rp 9.300/kg. Pedagang membeli ayam potong hidup dari penjual perantara seharga Rp 19.000/kg, sedangkan harga dari peternak adalah Rp 18.000/kg. Setelah melalui berbagai proses, pedadang menjual ke konsumen Rp 28.000 hingga 30.000/kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pantauan di Solo ini menunjukkan bahwa perkembangan harga komoditas pangan di Solo masih normal. Semua rantai produksi dan penjualan mengambil untung yang wajar," ujar Syarkawi.

Wali Kota Surakarta, Hadi Rudyatmo, menyebut pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Tim akan bekerja turun ke lapangan dua pekan sekali dan akan diperketat menjadi sepekan sekali pada saat Bulan Puasa dan menjelang serta setelah Lebaran.

"Selain itu kami juga terus memantau jangan sampai dipermainkan berbagai pihak yang ingin mengambil keuntungan. Permainan harus diakhiri, karena pasokan pangan kita dari luar Solo semua. Kami harus mengontrol ketat," ujar Rudy.

Tim KPPU selanjutnya melakukan pantauan harga pangan ke Sragen. (mbr/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads