Fasilitas gate baru JICT-Koja memiliki luas 6,5 hektar dan dilengkapi jembatan Weight-In-Motion dan merupakan yang pertama di Indonesia.
JlCT-Koja Joint Autogate memiliki 20 loket dengan rincian 10 loket untuk JICT, 6 loket untuk Koja, dan 4 loket sebagai cadangan dan akan dioperasikan saat arus lalu lintas barang ramai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Pembangunan pintu canggih ini dikerjakan selama 2 tahun dengan memakan dana sebesar US$ 100 juta atau setara Rp 1,3 triliun (asumsi US$ 1 = Rp 13.000) dari kerja sama alias joint venture JICT dan Terminal Peti Kemas (TPK) Koja.
"Sekitar US$ 100 juta. Ada 20 gate di mana 10 gate untuk JICT, 6 untuk TPK Koja sedangkan 4 buffer kalau misalnya penuh peak season kita buka tergantung kebutuhan," jelas Vice President Director JlCT, Riza Erivan saat meninjau JlCT-Koja Joint Autogate, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (27/5/2016).
![]() |
Pengoperasian pintu otomatis ini akan dimulai pada pertengahan bulan Juni 2016 mendatang. Dengan dioperasikannya ini diharapkan dapat mempercepat arus ekspor dan impor di Pelabuhan Tanjung Priok.
"Dibuka pertengahan Juni secara resmi. Kita membantu pemerintah untuk mengurangi dwell time. Kita harapkan akan lebih turun lagi," ujar Riza.
![]() |
Pihaknya berharap agar lamanya waktu bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok dapat berkurang meskipun belum sesuai dengan target pemerintah.
"Bisa sekitar 3 hari lah. Kalau untuk jadi 2 hari kita lihat ke depan," kata Riza (feb/feb)