Banyak Bawang Asal Bima Membusuk dan Hancur, Ini Kata Mentan

Banyak Bawang Asal Bima Membusuk dan Hancur, Ini Kata Mentan

Muhammad Idris - detikFinance
Minggu, 05 Jun 2016 17:23 WIB
Banyak Bawang Asal Bima Membusuk dan Hancur, Ini Kata Mentan
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Sekitar 10 hari yang lalu, bawang merah asal Bima, Nusa Tenggara Barat tiba di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sebanyak 34 truk bermuatan 1.240 ton bawang merah itu didatangkan dari sentra produksi bawang merah di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal ini dilakukan Bulog guna mengantisipasi permintaan bawang yang naik menjelang puasa. Namun, ternyata bawang merah asal Bima ini tidak disukai oleh masyarakat. Selain itu, kondisi yang diterima dari Bulog juga banyak yang rusak dan lembab.

Hal itu menyebabkan banyak pedagang di pasar induk akhirnya enggan membeli bawang dari Bulog tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebut, temuan bawang busuk tersebut tak bisa jadi alasan, bahwa banyak bawang merah yang dibeli Bulog dari Bima dalam kondisi buruk.

"Aku bilang itu tak semua, katakan yang busuk hanya 5 liter dari 1 ton saja," kata Amran ditemui saat meninjau Operasi Pasar (OP) sembako dan daging di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, Minggu (5/6/2016).

Menurutnya, terlepas dari temuan tersebut, yang terpenting bawang merah saat ini sudah mengalami tren penurunan saat memasuki bulan Ramadan.

"Yang penting bawang sekarang sudah turun nggak? Sudah kan, itu lebih penting. Jangan bicara yang bukan substansi, tadi (saat OP) juga ada bawang yang busuk, tapi hanya 5 kilogram saja," ujar Amran.

Sebelumnya, pedagang Pasar Induk Kramat Jati menyebut, rusaknya bawang merah asal Bima tersebut karena Bulog dianggap belum berpengalaman dalam penyimpanan bawang merah. Akibatnya, sisa bawang yang masih bagus pun akhirnya dijual Bulog dengan harga yang rendah. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads