Daging Sapi NTT Dijual Rp 120.000/Kg, Kapal Ternak Tak Membantu?

Daging Sapi NTT Dijual Rp 120.000/Kg, Kapal Ternak Tak Membantu?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 06 Jun 2016 12:27 WIB
Daging Sapi NTT Dijual Rp 120.000/Kg, Kapal Ternak Tak Membantu?
Foto: Kapal ternak pembawa sapi bersandar di Tanjung Priok (Rachman Haryanto/Detik)
Jakarta - Harga daging sapi lokal asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di DKI Jakarta masih tinggi bahkan lebih mahal dari daging sapi impor.

Lantas, bagaimana peran kapal ternak pengangkut sapi yang disubsidi pemerintah?

Andi, pedagang daging sapi di Pasar Jatinegara Jakarta Timur, mengaku menjual daging lokal sebesar Rp 120.000-Rp 125.000 per kg. Harga daging sapi lokal asal NTT lebih tinggi dari daging sapi beku impor asal Australia yang dijual Rp 70.000-Rp 90.000 per kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengaku memperoleh daging tersebut dari asosiasi pedagang pasar.

"Saya jual sapi lokal dari NTT, ambilnya dari asosiasi pedagang pasar. Sapi lokal kita jual Rp 120.000-Rp 125.000 per kg," kata Andi kepada detikFinance di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (6/6/2016).

Meski demikian, Ia tak mengetahui apakah sapi tersebut merupakan sapi-sapi yang diangkut oleh kapal ternak.

"Saya nggak tahu (apakah sapi dari kapal ternak)," tambahnya.

Seperti diketahui, kapal ternak KM Camara Nusantara I berlayar membawa sapi dari sentra produksi di NTT dan NTB ke Jakarta dan Jawa Barat. Kapal ini bisa membawa 500 ekor sapi dengan lama pelayaran 1 minggu. Terakhir, kapal ternak pada Senin minggu lalu (30/5) menurunkan 435 ekor sapi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sapi-sapi itu dipakai untuk memenuhi kebutuhan daging di DKI Jakarta. Pemiliknya ialah PT Berdikari, BUMN di bidang peternakan.

Untuk setiap 1 ekor yang diangkut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberi subsidi Rp 1,5 juta per ekor. Harapannya, harga daging sapi bisa dipangkas karena biaya angkut telah disubsidi dan memotong rantai distribusi.

Setelah pelayaran ke-9 atau sejak diluncurkan pada akhir 2015, efektifkah kapal ternak yang dioperasikan oleh PT Pelni itu untuk menurunkan harga daging lokal di Jakarta sampai Rp 70.000-Rp 85.000 per kg? (feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads