Beberapa persoalan yang menghambat di antaranya adalah koordinasi antar lembaga, beberapa pihak yang tidak menjalankan keputusan yang sudah diambil saat rapat koordinasi di tingkat Kemenko Perekonomian.
"Mungkin koordinasi antar lembaga. Kepatuhan kepada keputusan yang sudah diambil di rakor. Dan memang mental, mindset kita harus berubah," jelas Thomas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pedagang kita harus punya budaya dagang yang lebih baik. Saya pribadi melihat budaya perdagangan kita masih kurang sehat masih banyak yang harus diperbaiki supaya lebih sehat," terangnya.
Thomas mencontohkan pengelolaan beras. Bila tidak ada keputusan impor pada akhir tahun lalu, maka cadangan beras di Bulog sulit untuk memenuhi kebutuhan operasi pasar. Di samping juga upaya peningkatan pengumpulan beras pada petani.
"Kita impor 1,5 juta ton, ditambah lagi Kementan semangat ke lapangan bersama Bulog untuk mendorong penyerapan gabah dari petani sehingga cadangan mencukupi. Dengan cadangan yang mencukupi kita bisa operasi pasar besar-besaran. Bisa tekan pasar dengan guyur pasar karena stoknya ada. Ini kondisinya kebalikan dengan daging," papar Thomas. (mkl/ang)











































