Lajur LRT ini membentang dari Kelapa Gading-Velodrome-Rawamangun.
"Untuk pembangunan LRT Jakarta sebagai tahap awal akan menelan anggaran sekitar Rp 4,5 triliun. Untuk Prioritas rute yang dibangun Kelapa Gading-Velodrome-Rawamangun," kata Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Satya Heragandhi di lokasi proyek, Rabu (22/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Panjang lintasan koridor I fase I ini sekitar 9 km.
Lahan yang digunakan adalah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sehingga tidak memerlukan banyak pembebasan tanah sehingga proyek ini ditargetkan bisa tuntas sesuai target di tahun 2018 atau sebelum pagelaran Asian Games.
"Target kami selesai Agustus 2018 untuk LRT-nya. Nanti proyek lain yang terintegrasi ada Velodrome kami targetkan Juli 2018," tutur dia.
Konstruksi Fisik Koridor I LRT Jakarta Tunggu Kontraktor
Proyek LRT Jakarta sudah dimulai namun pekerjaan konstruksi fisiknya baru bisa benar-benar dilaksanakan pada November 2016. Saat ini sedang dilakukan lelang pelaksana konstruksi.
"Untuk pembangunan konstruksi utama, diharapkan pemilihan (lelang) kontraktornya tuntas Agustus nanti. Dengan begitu pada September bisa bergerak fisik. Tapi biasanya kontraktor perlu pelajari detail design-nya. Jadi mungkin baru benar-benar bekerja di November," terang Project Director LRT Jakarta Allan Tandiono.
Sembari menunggu proses lelang selesai, saat ini tim di lapangan tengah melakukan pembersihan lahan. Adapun pekerjaan yang dilakukan adalah penebangan pohon dan penanaman kembali di sisi jalan lainnya.
"Jadi nanti begitu konstruksi mau jalan, nggak perlu tunggu pembersihan jalan lagi. Tinggal jalan saja," pungkas dia.
Perlu diketahui, untuk prioritas pembangunan LRT Jakarta Koridor I Fase I Rawamangun-Kelapa Gading, lokasi yang diambil adalah median jalan yang saat ini terdapat pepohonan.
Mengingat fungsinya sebagai penghijauan, maka setiap pohon yang ditebang harus mendapat penggantian dan ditanam kembali di lokasi terdekatnya. (dna/feb)











































