Menurutnya, harga daging sapi berhasil diturunkan dari Rp 130.000/kg menjadi Rp 115.000/kg dalam kurun waktu 1 bulan terakhir, ada penurunan Rp 15.000/kg. Ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, biasanya harga daging sapi terus melambung sejak awal puasa hingga Idul Fitri.
"Harga tadinya Rp 130.000/kg pada awal puasa, sekarang Rp 115.000/kg. Ada penurunan kan?" kata Amran saat berkunjung ke Pasar Santa, Jakarta, Kamis (30/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bawang merah kemarin Rp 18.000/kg, bahkan di petani tinggal 8.000-12.000/kg, beras juga sudah turun. Daging kita lihat, Pak Presiden sampaikan maksimal Rp 80.000/kg, sekarang kita sudah lihat, ada yang Rp 80.000/kg di lapak," tuturnya.
Dirinya menilai bahwa penurunan harga daging sapi, bawang merah, dan bahan pangan lainnya sudah luar biasa meski belum sesuai dengan target yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Struktur pasar yang sudah terbentuk selama puluhan tahun, sambungnya, sulit untuk diubah, tak mungkin dirombak dalam waktu singkat. Maka upaya yang dilakukan pemerintah sebulan terakhir sudah luar biasa.
"Ini sudah drastis, sudah luar biasa, kita berjuang sebulan ini sudah luar biasa. Menurut kami luar biasa karena ini masalah puluhan tahun nggak bisa diselesaikan satu bulan dua bulan. Butuh waktu, masyarakat harus sabar," katanya.
Pihaknya yakin harga daging sapi dapat terus ditekan karena operasi pasar masih terus dilakukan sampai ke pasar-pasar becek. Daging sapi murah sebanyak 9.000 ton akan digelontorkan ke 18 pasar hingga 2 pekan ke depan.
"Kita guyur 9.000 ton, setara 50.000 ekor sapi dalam 2 minggu, pasti berpengaruh karena harganya Rp 76.000/kg," tutup Amran. (ang/ang)











































