Dilarang Masuk Halim, PT KCIC Lakukan Studi Kereta Cepat Lewat Google Maps

Dilarang Masuk Halim, PT KCIC Lakukan Studi Kereta Cepat Lewat Google Maps

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 30 Jun 2016 20:25 WIB
Dilarang Masuk Halim, PT KCIC Lakukan Studi Kereta Cepat Lewat Google Maps
Foto: Bisma Alief
Jakarta - Pihak TNI AU sempat menahan beberapa pekerja survei berkebangsaan China di area Pangkalan Halim Perdanakusuma Jakarta Timur. Area militer tersebut akan dijadikan stasiun kedatangan dan keberangkatan kereta cepat Jakarta Bandung.

Pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai konsorsium pengembangan kereta cepat saat itu belum mengantongi izin pembangunan di daerah Halim

Hingga saat ini, pihak KCIC masih dilarang untuk memasuki wilayah tersebut. Untuk mempercepat pembangunan proyek, KCIC tetap melakukan rancang bangun stasiun melalui teknologi peta digital besutan Google alias Google Maps.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini masih menyiapkan rancangannya berdasarkan data atau pakai Google Maps karena kami belum boleh masuk ke wilayah TNI AU. Kami merancang konsep stasiun melalui Google Maps," ungkap Direktur Utama KCIC, Hanggoro Budi Wiryawan di Hause Rooftop, Jakarta Selatan, Kamis (30/6/2016).

Pihaknya pun masih terus berupaya untuk dapat melakukan pembangunan fisik stasiun di Halim. Pihak KCIC juga tengah melakukan mediasi dengan pihak TNI AU dan Kementerian Pertahanan.

Hal ini dilakukan untuk mempercepat pembangunan stasiun di wilayah Halim.

"Terkait masalah Halim masih mediasi. Sudah ke Mabes AU kemudian Kementerian Pertahanan mengerucut untuk mediasi izin pemanfaatan lahan di kawasan Halim untuk stasiun yang mudah-mudahan segera mendapat lampu hijau dari Kementerian Pertahanan dan TNI AU," ujar Hanggoro.

Untuk mendapatkan izin pembangunan stasiun di wilayah TNI AU, tentunya pihak KCIC harus mengikuti aturan yang berlaku.

"Tentunya kami harus memenuhi persyaratan TNI AU," imbuh Hanggoro. (feb/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads