Produksi Minyak RI Capai 1,3 Juta bph Tahun 2008

Produksi Minyak RI Capai 1,3 Juta bph Tahun 2008

- detikFinance
Rabu, 23 Mar 2005 11:47 WIB
Jakarta - Kepala Badan Pelaksana Migas Rachmat Sudibyo mengungkapkan, Indonesia menargetkan pada tahun 2008 produksi minyak mencapai 1,3 juta barel per hari (bph). Produksi itu terutama diharapkan berasal dari intensifikasi pengembangan Lapangan Cepu, Lapangan Santos di Jeruk dan lapangan-lapangan marjinal.Rachmat Sudibyo menyampaikan hal itu disela-sela seminar nasional teknologi proses kimia di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (23/3/2005).Rachmat menjelaskan, untuk Lapangan Santos diharapkan produksinya mencapai 150 ribu bph, Lapangan Cepu 180 ribu bph dan lapangan-lapangan marjinal 30 ribu bph. Sementara khusus untuk Caltex dengan adanya injeksi diharapkan produksinya naik 30 ribu bph. Sebelumnya, berdasarkan data dari pemerintah, produksi minyak mentah Indonesia pada Februari 2005 turun ke level 942 ribu barel per hari (bph) yang merupakan level terendah sejak 34 tahun terakhir. Penurunan ini terutama karena adanya masalah di sejumlah sumur minyak Indonesia.Produksi minyak Indonesia terendah dicapai pada tahun 1971 dimana produksi mencapai 892 ribu bph. Sementara dalam APBN 2005, produksi minyak ditargetkan sebesar 1,027 juta bph. Lebih lanjut Rachmat mengatakan, dengan kecenderungan kenaikan kebutuhan minyak di tengah penurunan produksi, maka pemerintah akan mengupayakan berbagai diversifikasi sumber energi. "Kebutuhan kita rata-rata naik 6 persen per tahun. Sebelum berhasil mendiversifikasikan kebutuhan energi kita, kemungkinan akan lebih besar. Kita sedang upayakan mengganti minyak dengan gas serta panas bumi," katanya.Sementara mengenai LNG saat ini harganya berkisar US$ 5-6 per mbtu, Rachmat mengatakan bahwa kenaikan permintaan dari AS sebagai konsumen terbesar diharapkan bisa mendongkrak harga LNG di Asia Pasifik. "Kita mengekspor ke AS 3 juta ton per tahun. Sebenarnya permintaan AS jauh lebih besar dari itu," kata Rachmat. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads