Itu berarti, pertumbuhan di kuartal II-2016 harus di atas 5% karena pada kuartal I-2016 laju pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah 4,92%.
"Kalau bisa lebih tinggi (dari 5%) saya senang. Sehingga semester satu mungkin 5% lah," kata Darmin di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (11/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sektor perdagangan, Darmin mengakui kondisi ekspor dan impor Indonesia masih merosot, dan pasti akan berdampak pada penurunan penghasilan masyarakat.
Namun, Darmin menyatakan, masih ada sumber pertumbuhan ekonomi yang berasal dari pembangunan infrastruktur dan paket deregulasi ekonomi sebanyak 12 jilid.
"Dampaknya ya memang tidak setinggi seandainya kebijakan diambil dalam situasi normal. Saya kok kuartal II-2016 rasanya kalau dia mustinya lebih tinggi dari kuartal I," jelasnya. (wdl/wdl)











































