Kementan: Impor Jeroan Sapi Hanya Sementara

Kementan: Impor Jeroan Sapi Hanya Sementara

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 13 Jul 2016 19:10 WIB
Kementan: Impor Jeroan Sapi Hanya Sementara
Foto: Michael Agustinus-detikFinance
Jakarta - Banyak cara dilakukan pemerintah agar daging sapi bisa turun di bawah Rp 80.000/kg. Pasca kebijakan membuka impor daging sapi beku dan kerbau, kini dibuka lagi substitusi daging sapi lainnya, yakni jeroan.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Agung Hendriadi, mengatakan pembukaan 'keran' impor jeroan merupakan kebijakan sementara. Program jangka panjang berupa swasembada daging, menurutnya, masih tetap sesuai koridor.

"Pertimbangannya, tentu setiap aturan bisa diubah sesuai situasi dan kondisi. Dulu (jeroan) dibatasi, bahkan tidak diizinkan. Dengan dibuka (impor) karena memang kenyataan daging nggak bisa dipenuhi," ujarnya kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (13/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagaimana keluarnya larangan impor jeroan pada tahun lalu, jelas Agung, jeroan impor bisa dilarang kembali jika kebutuhan daging sapi, baik beku maupun segar sudah tercukupi.

"Yang jelas aturan bisa berubah sesuai kondisi. Bisa saja tahun depan kita larang lagi sesuai situasional. Seperti jagung tahun lalu kita tak bisa larang impor, sekarang kita bisa katakan untuk menutup impor karena produksi cukup," ucap Agung.

Dia mengungkapkan, program swasembada dalam jangka panjang masih terus dikebut, seperti inseminasi buatan, impor indukan sapi, dan sentra peternakan rakyat (SPR).

"Siapa yang mau impor kalau bisa mencukupi sendiri, kebijakan impor kita tetap akan mengurangi kuota setiap tahun. Inseminasi buatan, SPR, dan pulau karantina untuk impor indukan tetap sesuai target 2019. Semua tetap jalan terus," pungkas Agung. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads