Alasan pencopotan pejabat eselon I yang menangani masalah produksi di sektor peternakan tersebut, adalah menyangkut evaluasi menyeluruh di kementerian yang dipimpinnya.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementan, Agung Hendriadi, mengatakan sampai saat ini Keputusan Presiden (Keppres) atas pemberhentian Muladno belum keluar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia melanjutkan, pemilihan Dirjen PKH yang baru nantinya akan dilakukan lewat proses lelang jabatan.
"Nanti pasti lewat lelang jabatan. Tapi belum bisa dilakukan kalau Keppres pemberhentian belum keluar. Kita tunggu, yang pasti langsung dilakukan lelang jabatan setelah keluar Keppres," ujar Agung.
Selain itu, lanjutnya, lelang jabatan juga akan dilakukan bersamaan untuk mencari pengganti Dirjen Perkebunan, Gamal Abdul Naser, yang tahun ini akan pensiun.
"Kemungkinan pasti bareng lelang jabatan. Karena ada eselon I yang juga mau pensiun di Kementan tahun ini," pungkas Agung.
Pemberhentian Muladno sendiri dilakukan di saat harga daging tengah jadi polemik. Pemerintah saat ini tengah mengupayakan harga daging sapi bisa turun di bawah Rp 80.000/kg, salah satunya dengan membuka keran impor daging sapi beku, jeroan, daging kerbau, dan terbaru yakni berencana mengajukan revisi UU Nomor 51 Tahun 2014 yang melarang impor sapi siap potong.
Muladno sendiri merupakan pejabat yang berasal dari hasil lelang jabatan di lingkungan Eselon I Kementan. Sebelumnya, pria asal Kediri ini merupakan pengajar di Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB). (wdl/wdl)











































