Usai Copot Dirjen Peternakan, Mentan Segera Lelang Jabatan

Usai Copot Dirjen Peternakan, Mentan Segera Lelang Jabatan

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 15 Jul 2016 14:30 WIB
Usai Copot Dirjen Peternakan, Mentan Segera Lelang Jabatan
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, mencopot Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), Muladno.

Alasan pencopotan pejabat eselon I yang menangani masalah produksi di sektor peternakan tersebut, adalah menyangkut evaluasi menyeluruh di kementerian yang dipimpinnya.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementan, Agung Hendriadi, mengatakan sampai saat ini Keputusan Presiden (Keppres) atas pemberhentian Muladno belum keluar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keppres belum keluar, sekarang Pak Menteri tunjuk Pak Hari Priyono (Sekretaris Jenderal) jadi Dirjen PKH. Itu sifatnya sementara saja sebelum ditunjuk yang baru," jelas Agung kepada detikFinance, Jumat (15/7/2016).

Dia melanjutkan, pemilihan Dirjen PKH yang baru nantinya akan dilakukan lewat proses lelang jabatan.

"Nanti pasti lewat lelang jabatan. Tapi belum bisa dilakukan kalau Keppres pemberhentian belum keluar. Kita tunggu, yang pasti langsung dilakukan lelang jabatan setelah keluar Keppres," ujar Agung.

Selain itu, lanjutnya, lelang jabatan juga akan dilakukan bersamaan untuk mencari pengganti Dirjen Perkebunan, Gamal Abdul Naser, yang tahun ini akan pensiun.

"Kemungkinan pasti bareng lelang jabatan. Karena ada eselon I yang juga mau pensiun di Kementan tahun ini," pungkas Agung.

Pemberhentian Muladno sendiri dilakukan di saat harga daging tengah jadi polemik. Pemerintah saat ini tengah mengupayakan harga daging sapi bisa turun di bawah Rp 80.000/kg, salah satunya dengan membuka keran impor daging sapi beku, jeroan, daging kerbau, dan terbaru yakni berencana mengajukan revisi UU Nomor 51 Tahun 2014 yang melarang impor sapi siap potong.

Muladno sendiri merupakan pejabat yang berasal dari hasil lelang jabatan di lingkungan Eselon I Kementan. Sebelumnya, pria asal Kediri ini merupakan pengajar di Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB). (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads