Kemudian komoditi bukan makanan adalah 26,50% atau setara dengan Rp 93.917 per kapita per bulan.
"Komoditas makanan dengan peranan terbesar adalah beras dan rokok kretek filter," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin dalam konferensi pers, Senin (18/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut rinciannya:
Komoditas Makanan
1. Beras
Perkotaan 21,55%
Perdesaan 29,54%
2. Rokok Kretek Filter
Perkotaan 9,08%
Perdesaan 7,96%
3. Telur ayam ras
Perkotaan 3,66%
Perdesaan 3,02%
4. Daging ayam ras
Perkotaan 3,01%
Perdesaan 1,68%
5. Mie instan
Perkotaan 2,80%
Perdesaan 2,43%
6. Gula pasir
Perkotaan 2,14%
Perdesaan 2,99%
7. Roti
Perkotaan 2,01%
Perdesaan 1,69%
8. Bawang merah
Perkotaan 1,82%
Perdesaan 2,26%
9. Tempe
Perkotaan 1,80%
Perdesaan 1,67%
10. Tahu
Perkotaan 1,75%
Perdesaan 1,51%
11. Komoditi Lainnya
Perkotaan 20,38%
Perdesaan 22,69%
Komoditas Non Makanan
1. Perumahan
Perkotaan 9,76%
Perdesaan 7,56%
2. Listrik
Perkotaan 2,96%
Perdesaan 1,54%
3. Bensin
Perkotaan 2,95%
Perdesaan 2,33%
4. Pendidikan
Perkotaan 2,37%
Perdesaan 1,36%
5. Perlengkapan mandi
Perkotaan 1,49%
Perdesaan 1,11%
6. Angkutan
Perkotaan 1,18%
Perdesaan 0,56%
7. Komoditi lainnya
Perkotaan 9,29%
Perdesaan 8,10% (mkl/ang)











































