Situs Belanja Online Marak, Pengusaha Mal: Kita Tak Khawatir

Rois Jajeli - detikFinance
Kamis, 21 Jul 2016 18:38 WIB
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Dalam kurun waktu dua tahun terkahir ini, penjualan melalui online mulai marak. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) tidak khawatir akan tergerus dengan e-commerce, tapi menjadikan sebuah tantangan dan menjadikan kelebihan mall sebagai destinasi wisata belanja.

"Kalau kita bicara e-commerce, memang luar biasa perkembangannya. Tapi kita tidak perlu khawatir. Justru saya suka ancaman, karena kita menjadikan waspada dan berpikir kreatif," kata Sekjen DPD APPBI Alphonzus Widjaja kepada wartawan usai menghadiri Musyawarah Daerah DPD APPBI Jatim di Surabaya, Kamis (21/7/2016).

Ia mengaku tidak khawatir mal atau pusat belanja akan tergerus dengan sistem penjualan online. Alasannya, ada perbedaan yang tidak didapatkan belanja dengan menggunakan e-commerce.

"Life style experience nggak bisa dibeli sama online. Kalau membeli di pusat belanja, mal, bisa bersama-sama keluarga, bisa berjalan-jalan sambil belanja," tuturnya.

"Memang penetrasi penjualan online semakin kuat. Makanya fungsi mal jangan hanya sebagai pusat perbelanjaan, tapi bisa kreatif dan menyediakan experience. Kalau mal nggak bisa menyediakan, nanti bisa terlibas," jelasnya.

Musda APPBI

DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur menggelar musyawarah daerah (Musda) di kota Surabaya. Dalam musda tersebut, 25 anggota memilih Direktur Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi terpilih sebagai Ketua DPD APPBI Jatim periode 2016-2019.

"Saya dipercaya oleh rekan-rekan asosiasi pengelola pusat belanja Indonesia di Jawa Timur. Kami diberi tugas dan tanggungjawab selama periode Agustus 2016 sampai Juli 2019," kata Sutandi.

Sutandi mengatakan, sebagai ketua terpilih, akan membentuk tim formatur untuk menyusun kepengurusan APPBI Jatim selama tiga tahun ke depan.

"Harapan kami, kepengurusan nanti demokratis. Semua akan terwakili termasuk mal-mal yang ada di seluruh daerah Jawa Timur, sehingga bisa melaksanakan program, bisa meningkatkan manfaat maupun memberikan keuntungan kepada seluruh anggota," tuturnya.

Sutandi akan membuat program, bagaimana mal itu menjadi destinasi wisata belanja.

"Mal bisa menjadi destinasi wisata belanja di kota Surabaya maupun di Jawa Timur," katanya.

Sutandi mencontohkan beberapa mal yang memiliki spesifikasi tersendiri seperti Hi-Tech Mall, Palza Marina, WTC yang khusus menjual produk elektronik seperti laptop, handphone, gadget.

Galaxi Mall, Supermall yang akan berubah menjadi Pakuwon Mall, merupakan market tersendiri untuk fashion. "Yang suka berburu fashion dengan kelas internasional. Dan ini diharapkan bisa bersaing di pasar regional dan global, khususnya di Asia Tenggara," jelasnya.

Sutandi mengatakan, ada beberapa daerah di Jawa Timur yang belum memiliki pussat perbelanjaan. Pihaknya berharap, tak hanya mendirikan mall untuk pusat perbelanjaan, tapi juga bisa menjadi tempat berinteraksi dan pusat keramaian warga setempat.

"Khususnya bisa memenuhi kebutuhan warga sekitarnya. Semua tergantung pada pemenuhan target market," tandasnya (roi/hns)