Pada acara tersebut, pria yang akrab disapa CT ini menjelaskan tentang kondisi perekonomian termasuk masyarakat Indonesia dan kaum Muslim yang berprofesi sebagai seorang entrepreneur.
Dalam paparannya, Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ini menyebut bahwa jumlah penduduk Indonesia yang menjadi pengusaha masih jauh dari kata ideal. Idealnya, 2% dari total penduduk adalah pengusaha, sedangkan Indonesia baru 1,6%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut CT, Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara Asia Tenggara dalam persentase jumlah pengusaha mapan terhadap total penduduk yakni Thailand (3%), Malaysia (5%), dan Singapura (7%).
"Padahal Nabi Muhammad SAW adalah seorang pengusaha yang sukses," sambungnya di depan santri dan pengurus pondok pesantren.
Kondisi ini terjadi bukan tanpa sebab. Pemilik bisnis CT Corp ini menyebut setidaknya ada 4 hal pemicu minimnya jumlah pengusaha Indonesia.
Pertama ialah persepsi bahwa pengusaha dekat dengan spekulasi (judi) dan riba. Kedua, stereotype pekerjaan ideal adalah PNS atau karyawan swasta. Ketiga, sistem pendidikan kurang mendukung untuk menjadi pengusaha.
"Generasi muda kita ingin sukses instan," tambahnya. (feb/feb)











































