Defisit APBN-P 2005 Capai 0,8 %

Dapat Moratorium Utang

Defisit APBN-P 2005 Capai 0,8 %

- detikFinance
Kamis, 24 Mar 2005 13:06 WIB
Jakarta - Defisit anggaran dalam APBN-P 2005 turun menjadi 0,8 persen dari asumsi semula 1,07 persen. Penurunan defisit ini karena Indonesia berhasil memperoleh mortorium utang sebesar US$ 2,6 miliar dari Paris Club. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi XI Paskah Suzetta kepada detikcom usai rapat paripurna di gedung Nusantara II kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (24/3/2005). APBN-P 2005 secara resmi sudah diserahkan pemerintah kepada DPR pada Rabu kemarin dan rencananya baru akan dibahas setelah reses pada 2 Mei. "Menurut hitungan pemerintah, karena ada moratorium utang, defisitnya menjadi 0,8 persen, yang kemarin kita masih berpegang defisitnya 1,3 persen," kata Paskah.Besaran-besaran makro lain menurut Paskah seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi serta harga minyak tetap dalam kisaran yang diajukan oleh pemerintah yakni harga minyak masih dipatok US$ 35 per barel, inflasi sekitar 7 persen.Mengenai moratorium utang, Paskah meminta agar hal itu jangan sampai memberatkan perekonomian Indonesia baik dari sisi bunga maupun waktu pembayaran. Paskah menganggap moratorium yang hanya diberikan dalam waktu 1 tahun tidak cukup. "Kalau moratorium hanya 1 tahun, agak repot. Apalagi kalau bunganya memberatkan," tegasnya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads