"Itu tadi yang kenapa jadi lebih tinggi dari prediksi pertama, karena yang tidak terduga adalah pertanian," ungkap Kecuk Suhariyanto, Deputi Bidang Beraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) di kantornya, Jakarta, Jumat (5/8/2016).
Sektor pertanian memang seharusnya berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I. Akan tetapi, karena pergeseran panen raya, maka kontribusi sektor tersebut juga baru terlihat di kuartal II.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sektor pertanian berperan besar terhadap mendorong pertumbuhan ekonomi. Kontribusi pada kuartal II tercatat mencapai 14,32%, termasuk kehutanan dan perikanan.
Dalam periode tersebut, industri bergerak positif, baik dari sisi migas dan non migas. Secara total, industri menyumbang 21% terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Ketika pertanian tumbuh pesat, industri tumbuh pesat, barang yang diperdagangkan juga menjadi banyak plus impor barang konsumsi tinggi, lumayan naik," ujar Suhariyanto. (mkl/feb)











































