"Tadi kami jajaki penguatan perdagangan dan investasi akses pasar, CPO, farmasi dan alat kesehatan ke Ukraina dan kemungkinan kerjasama di bidang pembuatan turbin pembangkit listrik dan berkaitan dengan investasi bidang pertanian," papar Jokowi dalam sambutannya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/8/2016).
Diharapkan ada pertemuan selanjutnya dalam waktu dekat yang turut melibatkan dunia usaha dari kedua negara. Dari Indonesia, Ukraina tertarik dengan produk kertas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, kedua pimpinan negara juga ingin menjalin kerjasama di bidang pendidikan dan sosial budaya serta pariwisata. "Kami berterimakasih kepada pemerintah Indonesia karena bebas visa untuk Ukraina," imbuhnya.
Ada empat kerjasama yang ditandatangani kedua negara. Berikut daftarnya:
1. Bebas visa untuk pemegang paspor diplomatik dan dinas.
2. Pelatihan diplomatik. Nantinya akan pertukaran pendidikan diplomat.
3. Pertanian. Khususnya terkait dengan riset dan teknologi pertanian, pertukaran hasiil pertanian, kerjasama peternakan dan karantina hewan dan tumbuhan, pengembangan produk makanan, mendorong investasi pertanian.
4. Kerjasama pertahanan, yaitu industri pertahanan dan logistik serta informasi bidang pertahanan dan kemiliteran. (mkl/dna)










































