Ekonomi RI 2016 Diprediksi Lebih Baik dari 2015, Ini Rinciannya

Ekonomi RI 2016 Diprediksi Lebih Baik dari 2015, Ini Rinciannya

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 09 Agu 2016 17:25 WIB
Ekonomi RI 2016 Diprediksi Lebih Baik dari 2015, Ini Rinciannya
Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun 2016 diprediksi akan lebih baik dari realisasi tahun 2015. Deputi bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Leonard VH Tampubolon mengatakan pertumbuhan ekonomi masih akan bertumpu pada sektor industri dan jasa.

Menurut Leonard, implementasi paket kebijakan ekonomi I-XII yang sudah mulai digulirkan sejak tahun 2015, sudah mulai menampakkan hasil.

"Perekonomian pada tahun 2016 diperkirakan akan lebih baik dari tahun 2015. Percepatan pembangunan infrastruktur sesuai dengan agenda pembangunan tahun 2016 juga akan mendorong pembangunan dari sisi produksi," kata Leonard dalam paparannya pada acara Round Table Discussion di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (9/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam paparannya, sektor ekonomi yang akan tumbuh paling mencolok adalah sektor jasa telekomunikasi yang berpotensi tumbuh 10,5%. Lebih tinggi dari realisasi di tahun 2015 yang hanya 10,1%.

Sektor berikutnya adalah sektor konstruksi yang diperkirakan tumbuh 7,9% di akhir 2016. Realisasi tahun 2015 hanya 6,7%. Sektor Perdagangan juga diprediksi tumbuh lebih tinggi di akhir 2016 bisa mencapai 3,4%, realisasi di tahun 2015 hanya 2,5%.

Program listrik 35.000 mw juga diproyeksi bisa mendongkrak peningkatan di sektor listrik dan gas hingga 2,3% di akhir 2016 lebih tinggi dari realisasi 2015 yang hanya 1,2%.

Sektor pertanian justru diprediksi melambat dari yang di tahun 2015 bisa mencatatkan pertumbuhan 4%, di tahun 2016 hanya diprediksi tumbuh 3,9%.

Begitu pula pada sektor pertambangan yang diprediksi hanya akan tumbuh 0,1% di tahun 2016. "Keterbatasan penyediaan energi dan proses perizinan yang belum efisien merupakan beberapa faktor penyebab rendahnya pertumbuhan ekonomi di sektor ini (pertanian dan pertambangan)," pungkas dia. (dna/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads