Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Nilanto Perbowo turut menyoroti hal ini. Menurutnya anjloknya harga rajungan dikarenakan banyaknya tangkapan.
Banyaknya tangkapan rajungan menyebabkan harga jual menjadi turun untuk menghindari kerugian yang lebih banyak lagi akibat rajungan yang tidak segar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masa panen rajungan, lanjut Nilanto, hanya dibutuhkan waktu yang singkat. Rajungan hanya membutuhkan waktu kurang dari satu tahun untuk berkembang biak sama seperti udang.
"Kalau udang 9 bulan rata rata 1 tahun sudah berkembang biak," tutur Nilanto.
Rajungan yang menghabiskan seluruh hidupnya di laut banyak ditemukan di seluruh pantai di Indonesia. Semua garis pantai di Indonesia hampir terdapat rajungan yang termasuk dalam kategori blue swimming crab. Sehingga pasokan rajungan terhadap konsumsi dalam negeri tidak mengalami kekurangan.
"Hampir di semua pantai kita. Kalau rajungan di laut di alam. Rajungan itu blue swimming crab memang dia hidupnya 100% di laut nggak hidup di darat sama sekali. Kalau kepiting di darat di bakau," kata Nilanto. (ang/ang)











































