Banyak Pasokan, Harga Rajungan Jatuh ke Rp 30.000/Kg

Banyak Pasokan, Harga Rajungan Jatuh ke Rp 30.000/Kg

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 25 Agu 2016 07:18 WIB
Banyak Pasokan, Harga Rajungan Jatuh ke Rp 30.000/Kg
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada hari Selasa (23/8/2016) lalu menerima keluhan nelayan atas harga rajungan yang mengalami penurunan drastis dari Rp 90.000 per kilogram (kg) ke Rp 30.000 per kg. Sontak pihaknya berencana untuk mengirim tim ke lapangan untuk menelusuri penyebab anjloknya harga rajungan.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Nilanto Perbowo turut menyoroti hal ini. Menurutnya anjloknya harga rajungan dikarenakan banyaknya tangkapan.

Banyaknya tangkapan rajungan menyebabkan harga jual menjadi turun untuk menghindari kerugian yang lebih banyak lagi akibat rajungan yang tidak segar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau rajungan sebetulnya secara umum keadaan sumber daya perikanan kita sudah lebih bagus dibandingkan sebelumnya. Sementara rajungan dengan jenis sumber daya ikan yang lain waktu dia untuk tumbuh dan berkembang jauh lebih cepat dibandingkan spesies yang lain. Jadi ini lebih ke over supply," tutur Nilanto saat ditemui detikFinance di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2016).

Masa panen rajungan, lanjut Nilanto, hanya dibutuhkan waktu yang singkat. Rajungan hanya membutuhkan waktu kurang dari satu tahun untuk berkembang biak sama seperti udang.

"Kalau udang 9 bulan rata rata 1 tahun sudah berkembang biak," tutur Nilanto.

Rajungan yang menghabiskan seluruh hidupnya di laut banyak ditemukan di seluruh pantai di Indonesia. Semua garis pantai di Indonesia hampir terdapat rajungan yang termasuk dalam kategori blue swimming crab. Sehingga pasokan rajungan terhadap konsumsi dalam negeri tidak mengalami kekurangan.

"Hampir di semua pantai kita. Kalau rajungan di laut di alam. Rajungan itu blue swimming crab memang dia hidupnya 100% di laut nggak hidup di darat sama sekali. Kalau kepiting di darat di bakau," kata Nilanto. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads