Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo, memaparkan sejumlah daftar harga yang mengalami penurunan sepanjang Agustus 2016.
"Ini deflasi terendah sejak Agustus 2001. Artinya terendah selama 15 tahun ini. Di Agustus 2001 terjadi inflasi 0,21%," kata Sasmita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Tarif angkutan antar kota, memberi andil deflasi 0,11%. Terjadi penurunan harga 11,8%. Ini karena setelah libur hari raya kembali ke tarif normal. Penurunan harga tertinggi terjadi di Bungo dan Madiun.
- Tarif angkutan udara, memberi andil deflasi 0,06%. Terjadi penurunan harga 5,2%. Penurunan harga tertinggi di Mamuju, Tarakan, dan Tanjung Pinang
- Daging ayam ras, memberi andil deflasi 0,04%. Terjadi penurunan harga 3,48%, karena berkurangnya permintaan. Penurunan tertinggi di Pare Pare, Palembang, dan Kupang
- Wortel, memberi andil deflasi 0,03%. Penurunan harga 21,6%, karena pasokan dalam negeri dan impor. Penurunan tertinggi Makassar dan Ambon
- Tomat sayur, memberi andil deflasi 0,02%. Penurunan harga 10,21%, karena panen raya. Penurunan tertinggi di Jayapura dan Makassar
- Jeruk, memberi andil deflasi 0,02%. Penurunan harga 2,58%, karena musim panen. Penurunan tertinggi di Pontianak dan Madiun
- Bawang merah, memberi andil deflasi 0,02%. Penurunan harga 3,32%, karena musim panen. Penurunan tertinggi di Jambi dan Padang Sidempuan
- Tarif listrik, memberi andil inflasi 0,06%. Tarif naik 1,85%, karena kenaikan tarif listrik pasca bayar dan penurunan untuk pra bayar. Semua berubah kecuali Batam dan Tarakan
- Cabai Merah, memberi andil inflasi 0,04. Kenaikan harga 5,76%, karena cuaca yang tidak menentu. Kenaikan tertinggi di Denpasar dan Depok
- Uang sekolah SMP, memberi andil inflasi 0,03%. Kenaikan harga 3,76%. Kenaikan tertinggi adalah di Sampit, Singaraja, dan Patambone
- Uang sekolah SMA, memberi andil inflasi 0,03%. Kenaikan harga 3,08%, dan paling tinggi di Padang










































