Harga Daging Ayam, Bawang, Hingga Tarif Angkutan Turun di Agustus

Harga Daging Ayam, Bawang, Hingga Tarif Angkutan Turun di Agustus

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 01 Sep 2016 12:51 WIB
Harga Daging Ayam, Bawang, Hingga Tarif Angkutan Turun di Agustus
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya penurunan sejumlah harga pangan dan tarif angkutan sepanjang Agustus 2016. Ini menyebabkan terjadinya deflasi sebesar 0,02%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo, memaparkan sejumlah daftar harga yang mengalami penurunan sepanjang Agustus 2016.

"Ini deflasi terendah sejak Agustus 2001. Artinya terendah selama 15 tahun ini. Di Agustus 2001 terjadi inflasi 0,21%," kata Sasmita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar yang turun adalah sebagai berikut:
  • Tarif angkutan antar kota, memberi andil deflasi 0,11%. Terjadi penurunan harga 11,8%. Ini karena setelah libur hari raya kembali ke tarif normal. Penurunan harga tertinggi terjadi di Bungo dan Madiun.
  • Tarif angkutan udara, memberi andil deflasi 0,06%. Terjadi penurunan harga 5,2%. Penurunan harga tertinggi di Mamuju, Tarakan, dan Tanjung Pinang
  • Daging ayam ras, memberi andil deflasi 0,04%. Terjadi penurunan harga 3,48%, karena berkurangnya permintaan. Penurunan tertinggi di Pare Pare, Palembang, dan Kupang
  • Wortel, memberi andil deflasi 0,03%. Penurunan harga 21,6%, karena pasokan dalam negeri dan impor. Penurunan tertinggi Makassar dan Ambon
  • Tomat sayur, memberi andil deflasi 0,02%. Penurunan harga 10,21%, karena panen raya. Penurunan tertinggi di Jayapura dan Makassar
  • Jeruk, memberi andil deflasi 0,02%. Penurunan harga 2,58%, karena musim panen. Penurunan tertinggi di Pontianak dan Madiun
  • Bawang merah, memberi andil deflasi 0,02%. Penurunan harga 3,32%, karena musim panen. Penurunan tertinggi di Jambi dan Padang Sidempuan
Sementara yang tercatat mengalami kenaikan atau inflasi adalah:
  • Tarif listrik, memberi andil inflasi 0,06%. Tarif naik 1,85%, karena kenaikan tarif listrik pasca bayar dan penurunan untuk pra bayar. Semua berubah kecuali Batam dan Tarakan
  • Cabai Merah, memberi andil inflasi 0,04. Kenaikan harga 5,76%, karena cuaca yang tidak menentu. Kenaikan tertinggi di Denpasar dan Depok
  • Uang sekolah SMP, memberi andil inflasi 0,03%. Kenaikan harga 3,76%. Kenaikan tertinggi adalah di Sampit, Singaraja, dan Patambone
  • Uang sekolah SMA, memberi andil inflasi 0,03%. Kenaikan harga 3,08%, dan paling tinggi di Padang
(wdl/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads