Pertumbuhan Ekonomi Dunia Masih Kondusif bagi Indonesia
Rabu, 30 Mar 2005 16:35 WIB
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi dunia dalam 5 tahun mendatang diperkirakan masih kondusif bagi perekonomian nasional tetapi dengan laju yang lambat.Demikian dikatakan Direktur Perencanaan Makro Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Priambodo, disela-sela acara diskusi panel Prospek, Tantangan dan Arah Kebijakan Ekonomi Indonesia di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Rabu (30/3/2005). Menurut Bambang, melambatnya laju pertumbuhan ekonomi dunia, karena harga minyak diperkirakan masih relatif tinggi dalam jangka menenangah disamping juga adanya perubahan kebijakan moneter negara-negara industri maju."Kecendrungan ini akan memberi pengaruh pada stabilitas nilai tukar rupiah, harga dan suku bunga di dalam negeri," katanya. Selain itu, persaingan di kawasan regional juga akan meningkat, baik dalam memperebutkan pangsa pasar di luar negeri dan dalam negeri maupun dalam menarik investasi. "Hal ini lah yang menuntut adanya pembenahan di dalam negeri yang mengarah pada standar atau ukuran kebijakan negara-negara yang lebih maju," ungkapnya.Sementara ditempat yang sama Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI, Perry Warjiyo menyebutkan, memang secara umum lingkungan global tidak akan secerah tahun-tahun sebelumnya.Meskipun demikian untuk perekonomian Indonesia pemerintah akan mengedepankan upaya memperkuat kondisi kesinambungan fiskal dengan menekan defisit fiskal agar lebih kecil dan menurunkan rasio utang pemerintah.Untuk meningkatkan efektifitas kebijakan moneter suku bunga akan digunakan sebagai sasaran operasional kebijakan moneter pada pertengahan tahun 2005, tambahnya.
(mar/)











































