Follow detikFinance
Rabu, 05 Okt 2016 18:28 WIB

Ada Permainan Harga Motor Matic, Kawasaki Mengaku Tak Tahu

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Muhammad Idris Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Komisi Persaingan Pengawas Usaha (KPPU) menghadirkan direksi PT Kawasaki Motor Indonesia sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan kartel harga motor matic yang melibatkan 2 produsen utama kendaraan roda dua di Indonesia, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM).

Dalam tuduhannya, KPPU menduga ada kesepakatan penetapan harga skutik saat perbincangan di lapangan golf antara petinggi anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Hal ini yang mendorong KPPU menghadirkan saksi dari Kawasaki yang merupakan anggota AISI.

Direktur Marketing dan Pemasaran PT Kawasaki Motor Indonesia, Toshio Kuwata yang datang sebagai saksi mengungkapkan, dirinya dan direksi di Kawasaki Indonesia membantah pernah ikut dalam permainan golf anggota AISI, sehingga tak tahu menahu kalau pun ada pembicaraan kesepakatan harga motor skutik.

"Saya tidak pernah ikut main golf dengan anggota AISI, begitu pun dengan direksi (Kawasaki Indonesia) yang lain. Jadi kami tak tahu menahu kalau ada pembicaraan harga," ucap Toshio saat persidangan Kartel Motor Matic di KPPU, Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Toshio melanjutkan, dalam kasus dugaan praktik tak sehat yang dituduhkan KPPU, Kawasaki juga tidak memproduksi motor matic sehingga tak bisa memberikan keterangan untuk kasus kartel harga yang dilakukan Yamaha dan Honda tersebut.

"Kami sendiri tak punya teknologi, jadi kami tak memproduksi matic. Kami memang menjual matic di Eropa, tapi itu diproduksi oleh Kymco, dan dijual dengan merk Kawasaki," jelasnya

Diungkapkannya, seperti halnya dengan pabrikan motor lainnya, harga motor di tingkat konsumen ditentukan oleh pihak dealer. Namun menurutnya, setiap produsen motor memiliki standar masing-masing dalam penetapan harga kepada dealer.

"Dealer ambil profit berapa kami tak bisa tentukan, karena mereka terpisah dari kami. Jadi harga konsumen terbentuk di dealer. Berapa harganya, karena ini menyangkut profit kita dan sebagainya maka ini sifatnya rahasia," ujar Toshio.

Sementara itu, kuasa hukum Honda Astra Motor, Verry Iskandar mengungkapkan, tuduhan KPPU bahwa ada kesepakatan harga motor matic saat bermain golf antar direksi anggota AISI tidak berdasar.

"Tidak relevan tuduhannya. Kawasaki diundang ke sidang KPPU sebagai anggota AISI. Katanya ada pertemuan di lapangan golf, padahal Kawasaki sendiri mengaku tak pernah ikut main golf, kemudian mereka juga tak memproduksi skutik," tandas Verry.

Sidang kali ini merupakan sidang kelima terkait dugaan pelanggaran Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dalam Industri Sepeda Motor Jenis Skuter Matik 110-125 cc di Indonesia.

Kasus ini bermula saat KPPU menerima laporan kenaikan harga motor matic yang dianggap tak wajar setiap tahunnya. Kenaikan ini diduga sebagai kesepakatan antara 2 produsen penguasa pangsa pasar matic terbesar di Indonesia yakni Honda dan Yamaha. (drk/drk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed