PUPR Kejar Pembangunan 65 Waduk Sampai 2019

PUPR Kejar Pembangunan 65 Waduk Sampai 2019

Eduardo Hasian Simorangkir - detikFinance
Jumat, 07 Okt 2016 17:38 WIB
PUPR Kejar Pembangunan 65 Waduk Sampai 2019
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan adanya 65 waduk atau bendungan terbangun hingga tahun 2019 mendatang. Jumlah tersebut terdiri dari 49 bendungan baru, 16 bendungan lanjutan. Dua puluh sembilan bendungan diantaranya ditargetkan selesai hingga 2019.

Saat ini, Indonesia sendiri hanya memiliki 3,3 juta ha lahan sawah yang terlayani jaringan irigasi, dengan bantuan dari 230 bendungan besar. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengungkapkan, akan ada sekitar 934.500 hektar lahan sawah baru yang akan teraliri dari 29 waduk yang akan selesai di 2019 mendatang.

Ini akan menambah sekitar 1 juta lahan sawah yang teraliri air. Proses pembangunan waduk sendiri membutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan program 49 bendungan baru ini maka dijamin 19-20% jaminan air terhadap lahan irigasi. Sekarang ini, yang existing (11%) dengan kondisi saat ini, yang dijamin oleh waduk 761.500 ha. Nanti 2019 pada saat waduk selesai ada 29. Itu bisa meningkatkan menjadi 934.500 ha. Atau sebesar 13%," ujar dia saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Lanjut dia, hingga tahun 2022, Indonesia akan memiliki total 65 waduk baru, sehingga akan ada sekitar 1,3 juta lahan sawah yang teraliri air.

"Tahun 2022, ada 65 waduk yang akan selesai dan bisa mengairi 1,3 juta ha sawah. Jadi meningkatkan jaminan ketahanan air," katanya.

Kementerian PUPR sendiri telah menyelesaikan pembangunan sekitar 7 waduk hingga tahun 2016 dari target 29 waduk yang harus selesai hingga 2019 mendatang. Bidang ketahanan air atau pangan sendiri menjadi satu dari tiga program prioritas nasional untuk anggaran 2017.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sebagai pelaksana program ini telah melakukan penyerapan anggaran sekitar Rp 15,29 triliun dari Rp 28,6 triliun atau 53,29% pagu APBN-P hingga 3 Oktober 2016. (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads