Saat ini, Indonesia sendiri hanya memiliki 3,3 juta ha lahan sawah yang terlayani jaringan irigasi, dengan bantuan dari 230 bendungan besar. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengungkapkan, akan ada sekitar 934.500 hektar lahan sawah baru yang akan teraliri dari 29 waduk yang akan selesai di 2019 mendatang.
Ini akan menambah sekitar 1 juta lahan sawah yang teraliri air. Proses pembangunan waduk sendiri membutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut dia, hingga tahun 2022, Indonesia akan memiliki total 65 waduk baru, sehingga akan ada sekitar 1,3 juta lahan sawah yang teraliri air.
"Tahun 2022, ada 65 waduk yang akan selesai dan bisa mengairi 1,3 juta ha sawah. Jadi meningkatkan jaminan ketahanan air," katanya.
Kementerian PUPR sendiri telah menyelesaikan pembangunan sekitar 7 waduk hingga tahun 2016 dari target 29 waduk yang harus selesai hingga 2019 mendatang. Bidang ketahanan air atau pangan sendiri menjadi satu dari tiga program prioritas nasional untuk anggaran 2017.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sebagai pelaksana program ini telah melakukan penyerapan anggaran sekitar Rp 15,29 triliun dari Rp 28,6 triliun atau 53,29% pagu APBN-P hingga 3 Oktober 2016. (dna/dna)










































