Akibat Gempa Nias
PLN Perkirakan Rugi Rp 51 M
Jumat, 01 Apr 2005 13:28 WIB
Jakarta - Estimasi awal kerugian PLN akibat gempa di Nias mencapai Rp 51 miliar. Kerugian terutama berasal dari rusaknya pembangkit yang diperkirakan menelan Rp 20 miliar. Total rincian kerugian pembangkit itu adalah, kerusakan pembangkit yang mencapai Rp 20 miliar, kerusakan tanki timbun mencapai Rp 6 miliar, kerusakan jaringan yang mencapai 70 persen sebesar Rp 15 miliar dan sisanya berupa kerusakan bangunan seperti ruang kontrol sebesar Rp 10 miliar.Hal tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan PT PLN (persero) Harry Jaya Pahlawan yang ditemui saat melepas relawan teknisi PLN di kantor pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (1/4/2005).Harry menjelaskan, estimasi kerugian itu diperoleh setelah sejumlah menteri, Dirut PLN dan Dirut Pertamina mendatangi wilayah yang terkena gempa, dimana hasilnya diketahui ada kerusakan di tiga titik. Sementara mengenai kerusakan terbesar, menurut Harry, berada di Gunung Sitolo karena merupakan daerah yang padat penduduknya. Namun demikian, lanjut dia, untuk wilayah itu gensetnya sudah dikirim sejak sehari setelah gempa pada 28 Maret lalu. Ditegaskan, PLN menargetkan, dalam 2 pekan seluruh kerusakan selesai diperbaiki. Ia menambahkan, dua hari setelah gempa, PLN sudah berhasil menyalakan listrik di tempat umum seperti rumah sakit dan bandara. Sementara jumlah wilayah yang padam sudah berhasil diperkecil yakni dari semula 450 mega watt hanya menjadi 250 mega watt, atau mencapai 50 persen perbaikan. Sementara untuk wilayah Belawan, Medan, Harry menjelaskan, gempa telah menyebabkan kotoran masuk di pembangkit sehingga pembangkit tidak bisa dioperasikan. Untuk itu, lanjut dia, PLN untuk sementara akan menggantikannya terlebih dahulu dengan PLTG. Namun untuk masalah ini ada kendala pasokan gas yang saat ini masih terus diupayakan pengadaannya. Di Gunung Sitoli, terdapat 11 unit mesin pembanmgkit yang rusak, dan 2 sudah diperbaiki sehingga bisa menyuplai listrik sebesar 15 mega watt. Mengenai korban jiwa dari karyawan PLN, Harry mengatakan bahwa sejauh ini untuk di wilayah Simeuleu belum ada. Namun untuk Gunung Sitolo masih dalam pencarian, dan Teluk Dalam belum bisa memperoleh kabar karena hambatan komunikasi. Dalam kesempatan itu, Harry juga menjelaskan bahwa PLN akan memberangkatkan 1 tim teknis dan tim medis berjumlah 15 orang yang berasal dari PLN wilayah Sulut, Sulteng dan Gorontalo yang akan ditugaskan selama 2 minggu untuk memulihkan kelistrikan di Pulau Nias. Selain itu juga akan dikirim dua unit kendaaraan pick up untuk mobilisasi perbaikan jaringan listrik, penanganan operasional dan gangguan pasokan tenaga listrik. Selain itu, saat ini PLN telah mengaktifkan kembali posko peduli bencana yang berpusat di kantor PLN pusat. Posko ini sudah ditutup setelah selesai menjalankan tugasnya untuk penanganan tsunami sebelumnya selama 3 bulan.
(qom/)











































