Tips Konsultan Kelas Dunia untuk Pembangunan Infrastruktur RI

Tips Konsultan Kelas Dunia untuk Pembangunan Infrastruktur RI

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 11 Okt 2016 12:38 WIB
Tips Konsultan Kelas Dunia untuk Pembangunan Infrastruktur RI
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Konsultan kelas dunia PricewaterhouseCoopers (PWC) Indonesia mengumumkan, secara keseluruhan jumlah pengeluaran infrastruktur pemerintah di Indonesia meningkat 51% secara substansial dari Rp 139 triliun di tahun 2014 menjadi Rp 209 triliun di tahun 2015.

Penasehat infrastruktur dari jasa profesional PricewaterhouseCoopers (PWC) Indonesia, Julian Smith mengatakan, walaupun kenaikan ini menggambarkan kemajuan yang signifikan, tapi hasil tersebut masih di bawah target pertumbuhan sebesar 63%.

"Pembangunan infrastruktur masih kurang meyakinkan. Tapi ada optimisme dari pemerintah, sehingga outlook infrastruktur ke depan masih akan tinggi," ujar dia dalam paparannya di acara diskusi Indonesian Infrastructure di Fairmont Hotel, Jakarta, Selasa (11/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lanjut dia, pemerintah memang telah melakukan sejumlah upaya agar pembangunan infrastruktur bisa terus bertumbuh. Selama setahun terakhir, pemerintah telah mengeluarkan 13 paket kebijakan ekonomi yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia dan membantu menarik investasi dengan menyederhanakan birokrasi dan memberikan kepastian hukum dan bisnis.

Namun masih ada beberapa hal yang menurutnya perlu diperhatikan oleh pemerintah bisa mensukseskan program infrastruktur di Indonesia, di antaranya :
1. Perbaikan iklim investasi secara terus menerus
2. Koordinasi yang lebih baik secara internal dan antar lembaga pemerintah
3. Berkurangnya ketergantungan pada BUMN dan memanfaatkan pendanaan sektor swasta
4. Pelatihan dan motivasi karyawan berkeahlian untuk mengelola proyek
5. Penyederhanaan dan perbaikan proses pengadaan tanah
6. Alokasi anggaran yang lebih besar untuk LMAN, lembaga pengadaan tanah yang baru

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah agar investor mau berinvestasi di Indonesia. Seperti di bidang bandara. Pasar memerlukan kejelasan atas strategi pemerintah untuk memperluas kapasitas bandara dan bagaimana pasar dapat berpartisipasi.

"Termasuk model investasi PPP yang sederhana dan keterbukaan yang lebih baik terhadap partisipasi sektor swasta sehingga proyek dapat dilaksanakan dengan cepat," tandasnya. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads