Untuk tahap awal, Perindo dan Blackspace akan membangun pengolahan ikan di 4 lokasi, yaitu Lampulo di Aceh, Prigen di Pasuruan, Sendang Biru di Malang, dan Untia di Makassar.
"Untuk tahap awal, tahun ini mereka pilih yang di 4 lokasi itu. Utamanya lokasi yang dipilih, yang belum tergarap potensinya," ujar Direktur Utama Perindo, Syahril Japarin saat ditemui di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (31/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kerja sama ini, Perindo akan mencoba untuk memanfaatkan modal yang berasal dari perusahaan luar negeri tersebut. Sebab, seluruh pembiayaan pembangunan UPI tersebut akan berasal dari perusahaan asal Rusia tersebut. Perindo akan bertugas menyediakan kapal dan alat tangkapnya.
"Sekarang pembentukan perusahaan nya tinggal persetujuan pemegang saham dari Kementerian BUMN. Pembagian sharenya 80% mereka dan 20% kita. Mereka full finance," katanya.
"Dari mereka persetujuannya sudah. Tinggal yang dari kitanya. Realisasi dimulai begitu oke (pembentukan joint venture), segera jalan," tambahnya.
Kerja sama investasi bernilai Rp 200 miliar ini untuk membangun UPI dilengkapi dengan cold storage (kulkas raksasa) berkapasitas 300-500 ton. Dalam perjanjian antara Perindo dan Blackspace disebutkan, hingga 3 tahun ke depan, akan membangun UPI di 30 lokasi seluruh Indonesia.
"Untuk 4 lokasi UPI ini nilai investasinya sekitar Rp 200 miliar. Minimum sampai 30 lokasi dalam waktu 3 tahun ini. Tapi dilihat dulu perkembangannya," tukas Syahril. (hns/hns)











































