Marak Cangkul Impor Gara-gara China Kelebihan Produksi Baja

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 02 Nov 2016 13:36 WIB
Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - Impor cangkul dari China yang oleh BUMN, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), menuai banyak protes. Alasannya, perkakas logam tersebut dianggap barang sederhana yang bisa dikerjakan pengrajin lokal, sehingga tak seharusnya impor.

Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia, Hidayat Triseputro, mengatakan melubernya impor perkakas yang terbuat dari besi baja, seperti cangkul, tak lepas dari fenomena kelebihan produksi (oversupply) di China, sehingga membuat harga bajanya sangat murah.

"Ya itu (impor cangkul) sebagai dampak oversupply baja China juga. Mereka mengekspor produk baja dari hulu ke hilir," jelas Hidayat kepada detikFinance, Rabu (2/11/2016).

Menurut Hidayat, oversupply baja di Negeri Tirai Bambu tersebut membuat produk perkakas besi baja harganya sangat murah, seperti cangkul.

Hidayat menuturkan, serbuan impor produk baja dan produk dari baja juga dikeluhkan negara-negara ASEAN lainnya.

"Kita bersama asosiasi baja di ASEAN terus berupaya melakukan dialog dengan asosiasi baja mereka, CISA (China Iron and Steel Association). Minggu depan kita akan secara resmi di Bangkok minta mereka kurangi jumlah ekspor mereka," pungkasnya. (hns/hns)