Bangganya Rini, BUMN Sudah Bisa Ekspor Kapal dan Pesawat

Bangganya Rini, BUMN Sudah Bisa Ekspor Kapal dan Pesawat

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 03 Nov 2016 10:52 WIB
Bangganya Rini, BUMN Sudah Bisa Ekspor Kapal dan Pesawat
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Kebutuhan akan peralatan pertahanan di Indonesia seakan tidak pernah berkurang. Selain untuk kebutuhan pertahanan, berbagai alat pertahanan juga dibutuhkan untuk mendukung latihan militer para tentara dan juga kepolisian.

Industri pertahanan nasional, khususnya BUMN sektor industri strategis seperti Pindad, PAL, Dahana, Dirgantara Indonesia, dan lainnya juga diminta untuk mampu bersaing dengan produk buatan asing. Kualitas menjadi hal penting yang harus diprioritaskan BUMN dalam memproduksi peralatan pertahanan.

"Tidak mungkin menyerahkan pengadaan alat pertahanan dari luar negeri saja. Kita harus mampu mengembangkan industri pertahanan mandiri," kata Menteri BUMN Rini Soemarno dalam seminarnya di pameran Indodefence di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (3/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Industri pertahanan nasional juga diminta untuk memperhitungkan keuntungan yang didapatkan dari perjanjian jual beli dengan pihak dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga industri pertahanan nasional, khususnya BUMN strategis bisa berjaya di negerinya sendiri.

"Mohon untuk dalam perencanaan dan pengadaan mengutamakan potensi dan memperdalam industri pertahanan kita. Bahwa itu hanya bisa dicapai apabila di setiap pengadaan mengedepankan jumlah skala keekonomian," tutur Rini.

"Kita dapat nego produsen dunia untuk partner mengembangkan produk dalam negeri dan menjadi bagian global supply chain mereka," lanjut Rini.

Rini memberi contoh, bagaimana PT PAL (Persero) mampu membuat berbagai jenis kapal, baik kapal patroli hingga kapal perang. Hasilnya, produksi kapal PAL sudah diekspor ke bernagai negara di dunia.

"PAL dan galangan kapal BUMN berhasil menyerahkan kapal patroli, landing platform dock dan ekspor dua kapal ke Filipina. Terima kasih kepada Pemerintah Filipina memberikan kesempatan kepada PT PAL," ujar Rini.

Tidak hanya PT PAL (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero) juga mampu mengirimkan produksi pesawatnya ke luar negeri seperti CN 212 dan CN 235. Produksi PTDI juga sudah digunakan sebagai angkutan TNI Angkatan Udara dan Angkatan Laut.

"Terima kasih PTDI penguatan pemantauan udara dengan CN 212 dan CN 235 dan berbagai jenis helikopter," tutur Rini.

"Kami tekankan bahwa kita dapat meningkatkan kemampuan di industri pertahanan dengan bahu-membahu," tutup Rini. (ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads