Sejumlah pertokoan bordir dan konveksi di Pasar Senen, Jakarta Pusat, pun telah memajang berbagai keperluan atribut Pilkada. Para pengusaha konveksi tersebut sudah bersiap menerima pesanan atribut Pilkada.
"Kita memang sudah siap-siap buat Pilkada nanti," ungkap salah seorang pemilik toko konveksi di Pasar Senen, Edward, saat berbincang dengan detikFinance di tokonya, Sabtu (5/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk sekarang masi belum ramai, biasanya ramai 1 - 2 bulan sebelum pemilihan, tapi kami tetap bersiap. Karena kalau Pilkada mereka pesannya banyak, jadi lumayan hasilnya," katanya.
Selain Edward, Adi yang bekerja sebagai pegawai di salah satu toko konveksi Pasar Senen juga mengatakan hal yang sama. Dirinya mengatakan, pesanan atribut Pilkada saat ini masih belum ramai.
"Nanti ramainya 1 - 2 bulan sebelum kegiatan (Pilkada), biasanya mereka kan serangan fajar," ungkap Adi.
Foto: Fadhly Fauzi Rachman |
Selain mereka berdua, Anis yang juga pelaku usaha konveksi juga sudah bersiap untuk menerima pesanan atribut Pilkada. Anis mengatakan, kalau di tokonya dapat menerima pesanan berbagai keperluan atribut Pilkada.
"Iya kita memang sudah bersiap, saya pampang semua atribut di depan toko juga. Mulai dari kaos, kemeja, jas, hingga spanduk. Soalnya untungnya besar dari pesanan Pilkada, jadi kita harus siap," tuturnya.
Masih Sepi
Salah seorang pelaku bisnis konveksi di Pasar Senen, Fairun, mengatakan jika penjualan atribut pemilu sedang dalam keadaan sepi seperti sekarang ini, biasanya penjualan di tokonya didominasi oleh pemesanan seragam.
"Kalau pesanan Pemilu sedang sepi, biasanya yang paling banyak dicari di sini seragam umum. Ada seragam kantoran, seragam security, seragam Paskibra, sampai seragam olahraga," kafa Fairun di tokonya, Sabtu (5/11/2016).
Penjualan tersebut, kata Fairun, merupakan penjualan yang dilakukan sehari-hari, selain penjualan terkait atribut Pemilu.
"Karena kita kan memang (toko) konveksi, jadi setiap hari yang dijual di sini barang-barang seperti itu. Di Pasar Senen memang rata-rata menjual barang begini kalai tidak ada pesanan atribut Pemilu," terangnya.
Senada dengan Fairun, salah seorang pemilik toko lainnya di Pasar Senen bernama Heru mengatakan, penjualan yang paling laku selain atribut Pemilu adalah seragam.
"Biasanya seragam kantoran, olahraga, dan seragam anak," kata Heru.
Karena masih sepinya pemesanan atribut Pemilu, Heru mengatakan hanya mengandalkan penjualan seragam, seperti hari-hari biasanya. Kendati demikian, Heru tidak mau menyebut berapa keuntungan dari penjualan seragam tersebut.
"Ya namanya juga masih sepi (pesanan atribut Pemilu), jadi yang sering dicari ya seragam doang," ungkap dia.
(ang/ang)












































Foto: Fadhly Fauzi Rachman