Bangun Infrastruktur RI Butuh Rp 5.800 T, Pengusaha: Swasta Tertarik

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Rabu, 09 Nov 2016 12:23 WIB
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Pembangunan infrastruktur selama 5 tahun ke depan butuh anggaran lebih dari Rp 5.000 triliun. Besarnya anggaran ini telah mendorong sektor swasta untuk ikut terlibat menggarap berbagai proyek infrastruktur.

Sektor infrastruktur terus meningkat dalam 2 tahun terakhir menjadi perhatian para calon investor. Terutama, para calon investor yang terlebih dahulu mengetahui berbagai proyek infrastruktur yang diprioritaskan pemerintah hingga tahun 2019.

"Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar US$ 450 miliar (atau sekitar Rp 5.800 triliun/US$1= 13.000) untuk pembangunan infrastruktur selama 5 tahun ke depan. Besarnya anggaran pembangunan infrastruktur itu telah membuka peluang pasar konstruksi yang luas," ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, dalam acara Indonesia Infrastructure Week di Jakarta Conventin Center, Rabu (9/11/2016).

Rosan mengatakan, untuk mempercepat pembangunan proyek-proyek infrastruktur tersebut perlu dipermudah akses informasi kepada pihak swasta yang akan terlibat. Misalnya, informasi mengenai proyek-proyek infrastruktur prioritas, seperti jalan, rel, pelabuhan, bandara serta energi, air dan kawasan industri.

Oleh sebab itu, melalui acara Indonesia Infrastructure Week ini, pemerintah membuka kesempatan kepada swasta untuk menggali lebih banyak informasi tentang proyek-proyek infrasrtruktur yang akan maupun sedang dibangun. Sehingga, swasta bisa tertarik untuk ikut terlibat.

"Inisiatif Pemerintah dan dunia usaha menggelar Indonesia Infrastructure Week 2016 ini merupakan langkah awal untuk menciptakan kemitraan pemerintah-swasta yang lebih nyata untuk mewujudkan konektivitas nasional maupun konektivitas ASEAN 2025," tutur Rosan.

Sebagai informasi, berbagai proyek infrastruktur yang sedang dan akan dibangun akan ditampilkan dalam Indonesia Infrastructure Week 2016. Acara ini digelar mulai 9-11 November 2016 di JCC, Senayan. (hns/dna)