Follow detikFinance
Jumat, 11 Nov 2016 14:37 WIB

Plus Minus Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Eropa

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Muhammad Idris Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Pembahasan Perjanjian Kerjasama Kemitraan Ekonomi Komprehensif atau Comprehensive Economic Patnership Agreement (CEPA) antara Uni Eropa dan Indonesia terus dimatangkan.

Dalam CEPA, kedua belah pihak menitikberatkan pada pembahasan menghilangkan tarif bea masuk dalam perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan pihaknya bersama dengan Kementerian Perdagangan terus melakukan negosiasi perdagangan agar produk ekspor andalan Indonesia, bisa masuk ke Eropa tanpa bea masuk.

Salah satunya, kata Bambang, produk minyak sawit mentah atau CPO (Crude Palm Oil) yang negosiasinya paling alot. Pemerintah di sisi lain juga harus memberikan kemudahan pada produk Uni Eropa masuk ke Indonesia.

"Namanya economic agereement ya saling percaya. Maksudnya kalau kita minta kemudahan masuk dari beberapa produk ekspor kita termasuk misalnya CPO, atau produk CPO turunannya ya tentunya kita nanti pertimbangkan dari sebaliknya, harus kasih kemudahan produk Eropa masuk ke Indonesia," kata dia dalam Acara Trade Cooperation Facility Uni Eropa Indonesia di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat (11/11/2016).

Diungkapkan Bambang, seperti halnya negosiasi dengan perjanjian perdagangan bebas lainnya, pemerintah memang perlu hati-hati menegosiasikan produk-produk apa saja yang bisa bersaing, dan produk Eropa yang kemungkinan membanjiri pasar Indonesia.

"Penetrasi ke pasar asing kan bukan hal mudah, di satu sisi kita harus bersaing, jadi di satu sisi lainnya kita harus memudahkan (produk Uni Eropa). Kenapa CEPA penting mudahkan ekspornya, tapi dari sisi domestik bagaimana kita membaca pasar Eropa membuat kita membuat produk yang berdaya saing," jelas Bambang.

Jika CEPA selesai disepakati, ada 750 juta orang di Eropa yang akan jadi pasar yang terbuka lebar bagi Indonesia. Di lain pihak, penduduk Indonesia yang besar juga jadi market bagi produk Eropa.

CEPA sendiri mulai intens dibahas kedua belah pihak pasca kunjungan Presiden Joko Widodo ke negara-negara Eropa pada April 2016 lalu. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed