Trump Jadi Presiden AS, Mendag: Tak akan Ganggu Ekspor RI

Yulida Medistiara - detikFinance
Jumat, 11 Nov 2016 21:09 WIB
Foto: Muhammad Idris-detikFinance
Jakarta - Donald Trump berhasil mengalahkan Hillary Clinton dalam perebutan bursa Presiden Amerika Serikat (AS). Kemenangannya menimbulkan banyak kekhawatiran terutama di sektor perdagangan dan industri keuangan karena banyak kebijakannya yang bertentangan dengan kebijakan ekonomi global.

Salah satu kebijakan yang disoroti dari Trump misalnya proteksionisme. Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap kondisi perekonomian saat ini dan kebijakan proteksionisme merupakan jalan keluar.

Salah satu yang dilakukan adalah menghapuskan perdagangan bebas internasional. Perdagangan internasional yang diberlakukan Amerika akan ditetapkan sebatas pada perjanjian bilateral saja. Hal tersebut dikhawatirkan mengganggu kinerja ekspor negara mitra dagangnya termasuk Indonesia.

Namun, menurut Mendag Enggartiasto Lukita kinerja ekspor hingga akhir tahun 2016 ini tidak akan terpengaruh Pilpres AS. Enggar mengatakan, pemerintah AS justru berusaha menciptakan situasi yang kondusif dengan mengucapkan selamat kepada Trump.

"Tidak terganggu, situasi politik atau hasil pemilu itu. Menariknya Hilarry langsung ucapkan selamat, sehari berikutnya Obama siapkan perpindahan," ujar Enggar, Jumat, (11/11/2016).

Ia mengatakan meskipun ada gejolak di AS pasca terpilihnya Trump. Namun, dia yakin tidak akan terjadi dampak negatif pada perdagangan.

"Meski ada gejolak-gejolak ada bakar-bakaran juga, tapi yakin tidak akan terjadi dampak negatif," ungkap Enggar.

Ia mengatakan saat ini strategi Indonesia akan lebih cerdas lagi dan tidak akan melanggar aturan rambu-rambu perdagangan. Ia mengatakan soal ekspor ke AS atau ke negara lain tidak akan terpengaruh jika Indonesia memiliki barang yang dibutuhkan pasar.

"Kita harus lebih cerdas lebih hati-hati tidak lagi melanggar rambu-rambu yang telah diatur. Kalau kita punya produk yang dibutuhkan buyer pun akan mencari. Kita tidak mengambil proteksi yang dibenci. Kebijakan kita ambil yang baik. Kita akan membina kemitraan lebih baik," ujar Enggar.

Ia mengatakan Indonesia akan melakukan ekspansi atau memperluas pasar ke negara lain selain mitra dagang saat ini. Ia menyebut pasar yang selama ini menjadi mitra dagang akan dilanjutkan kembali.

"Dagang nggak ada urusan suka nggak suka yang penting untung. Kita ekspansi tidak hanya di China tapi di mana saja, seperti Afrika ekspansi, India dorong ekspor, Iran buka pasarnya. Pasar tradisional akan kita maintain, akan kita tetap pertahankan pasarnya," ujar Enggar.

"Dengan lobi-lobi diplomatik oleh pemerintah Indonesia saya meyakini ada sejauh ini nature benefit dari sisi perdagangan dan politik lainnya. Kita boleh bangga Menlu memainkan perannya sangat baik sekali dan Kementerian yang lain," kata Enggar. (dna/dna)