Pengusaha: Demo Hak Setiap Warga Negara, Tapi Jangan Anarkis

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Senin, 14 Nov 2016 13:00 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Gelar perkara kasus dugaan penistaan agama yang membelit Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan digelar besok di Bareskrim Mabes Polri. Pengusaha berharap, seandainya besok ada demo, jangan sampai berujung ricuh seperti tanggal 4 November lalu.

Sehingga, kegiatan ekonomi maupun kalangan pelaku usaha tetap beraktivitas normal meski aksi demo berlangsung.

"Kalau ada demo, yang penting jangan ada keributan, jangan anarkis. Demo memang hak setiap warga negara yang harus kita hormati. Yang kita harapkan jangan ada anarkis, karena dengan begitu dunia usaha tetap berjalan," ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, kepada detikFinance, Senin (14/11/2016).

Rosan sempat bertemu beberapa pengusaha lokal maupun asing pasca demo yang berakhir ricuh di 4 November. Rosan mengatakan, sejauh ini pengusaha melihat aksi demo terkait Ahok belum mengganggu rencana berinvestasi mereka di Indonesia.

Sebab, mayoritas investasi berada di luar ibu kota atau luar Jawa, sedangkan aksi demo terjadi di Jakarta. Selain itu, mayoritas pabrik juga berada di luar Jakarta.

Para pengusaha, menurut Rosan, masih melihat fundamental ekonomi Indonesia cukup baik untuk investasi.

"Kita dari dunia usaha menyuarakan, di satu sisi ada dinamika politik, dinamika demokrasi, tapi di satu sisi perekonomian, bisnis harus tetap berjalan. Tapi Kita tidak melihat ini sebagai suatu hal menyurutkan investasi," tutur Rosan. (hns/drk)